Tag Archives: Sakho

West Ham 3-0 Lusitanos

Bilic menerima sambutan meriah di Upton Park ketika ia diperkenalkan kepada khalayak sebelum pertandingan dimulai

Striker Diafra Sakho mencetak dua gol dan James Tomkins menambahkan gol yang ketiga untuk mempersembahkan kemenangan bagi The Hammers

Sakho 40 ‘, 45’
Tomkins 58 ‘

West Ham memulai perjalanan panjang mereka menuju babak grup Liga Europa dengan kemenangan mudah di leg pertama atas klub Andorra, Lusitanos.

Striker Diafra Sakho mencetak dua gol dan James Tomkins menambahkan gol yang ketiga untuk mempersembahkan kemenangan bagi The Hammers di pertandingan pertama babak kualifikasi. Pertandingan tersebut disaksikan oleh sekitar 35.000 penonton, serta manajer baru Slaven Bilic, yang berada di tribun. Leg kedua akan dilangsungkan pada tanggal 9 Juli. The Hammers lolos ke Liga Europa melalui Fair Play League dan hadiah mereka adalah pertandingan pertama untuk musim 2015 – 2016 40 hari setelah pertandingan terakhir dari Liga Premier musim 2014 – 2015.

Tapi meskipun kurang mendapat waktu istirahat di musim panas, ada suasana optimis di Upton Park, di mana Bilic menerima sambutan meriah ketika ia diperkenalkan kepada khalayak sebelum pertandingan dimulai. Setelah manajer asal Kroasia berusia 46 tahun itu memberikan sambutan singkat, manajer akademi Terry Westley mengambil alih, dan ia harus menunggu dengan penuh rasa frustasi sebelum melihat timnya membuat terobosan. Meskipun mereka mendominasi, The Hammers butuh waktu hingga 40 menit untuk memimpin, striker asal Senegal, Sakho menyundul bola dari jarak 6 meter setelah mendapat umpan silang dari Mauro Zarate yang berada di sayap kanan. Mereka menggandakan keunggulan sebelum babak pertama ketika Sakho mencetak gol yang berawal dari operan balik Morgan Amalfitano dari jarak dekat.

Sakho dan Zarate adalah dua pemain yang lebih senior dalam susunan pemain yang merupakan campuran antara pemain berpengalaman dan pemain muda. Gelandang Reece Oxford tampil untuk dalam pertandingan debutnya dan pemain berusia 16 tahun itu menjadi pemain termuda yang pernah mewakili klubnya. Tapi pengalamanlah yang mampu membuat perbedaan, Tomkins menambahkan gol ketiga yang berawal dari operan silang Matt Jarvis di menit ke 58 melalui sundulan jarak dekat dan membuat West Ham mengendalikan jalannya pertandingan.

West Ham – Sam Allardyce Marah Atas Keputusan Yang “Tidak Masuk Akal”

"Jika gol tersebut disahkan, kami tidak akan kalah. Kami akan terus menyerang dan Arsenal akan mengalami kesulitan sejak saat itu." Allardyce

Allardyce juga mempertanyakan penalti di babak pertama yang memungkinkan Cazorla untuk membuka skor

Manajer West Ham, Sam Allardyce tercengang dan mengatakan keputusan untuk membatalkan gol Alex Song di awal pertandingan sebagai tidak masuk akal saat timnya kalah untuk kedua kali berturut-turut di ajang Liga Premier.

Gol dari tendangan voli yang dicetak oleh pemain pinjaman dari Barcelona tersebut dianggap tidak sah setelah Diafra Sakho dianggap offside, sebelum The Hammers kemudian kalah 2-1 terhadap Arsenal. “Hakim garis jelas-jelas salah mengambil keputusan,” kata Allardyce. “Frustrasi adalah pernyataan yang meremehkan. Lebih tepat jika disebut tercengang.”

Tendangan voli Song dari jarak 20 meter terbang melalui kaki Sakho dan masuk ke jaring gawang di awal pertandingan, namun striker West Ham tersebut dianggap berada dalam posisi offside, sebelum Arsenal unggul lebih dulu pada menit ke 41 melalui tendangan penalti dari Santi Cazorla. Danny Welbeck menggandakan keunggulan bagi tim tamu, dan meskipun Cheikhou Kouyate kembali mencetak gol setelah istirahat paruh waktu, Allardyce sangat marah pada keputusan dari wasit Neil Swarbrick di awal pertandingan tersebut.

“Mereka mengatakan penyerang kami berada di dalam jarak pandang kiper,” kata Allardyce. “Omong kosong. Tidak mungkin asisten wasit dapat mengatakan hal itu. Mereka salah, Sakho tidak berada dalam jarak pandangan kiper. “Neil Swarbrick hanya bisa menebak bahwa dia mungkin berada di depan penjaga gawang. Sakho bergerak menjauhi gawang dan bola melalui kakinya – 99 dari 100 situasi seperti itu dianggap sebagai gol yang sah pada tahun ini. Saya benar-benar bingung.”

“Jika gol tersebut disahkan, kami tidak akan kalah. Kami akan terus menyerang dan Arsenal akan mengalami kesulitan sejak saat itu.” Allardyce juga mempertanyakan penalti di babak pertama yang memungkinkan Cazorla untuk membuka skor, setelah Swarbrick memutuskan bahwa pemain asal Spanyol tersebut dijegal di dalam kotak penalti oleh Winston Reid.

Ketika ditanya apakah ia berpikir itu adalah penalti, Allardyce mengatakan:. “Tidak, Reid mengangkat kakinya dan Swarbrick sudah melewatinya. Saya hanya berharap Morgan Amalfitano melakukan hal yang sama ketika ia ditarik oleh Nacho Monreal di menit-menit terakhir. Dia tetap berdiri. Dia dilanggar, tetapi tidak terjatuh.”