Tag Archives: Leicester City

Fabregas Bungkam Mulut Para Kritikus

Fabregas Bungkam Mulut Para Kritikus

Fabregas Bungkam Mulut Para Kritikus

Fabregas Bungkam Mulut Para Kritikus

Gelandang Chelsea, Cesc Fabregas seperti memberikan pesan kepada para pegkritiknya usai mencetak dua gol di laga EFL Cup melawan Leicester City, Rabu (21/9/2016). Di pertandingan itu sendiri, Chelsea yang bertindak sebagai tim tamu menang dengan skor 4-2 lewat babak extra time.

Chelsea sempat tertinggal dua gol lebih dulu usai penyerang asal Jepang, Shinji Okazaki mencetak gol di menit ke-7 dan ke-14. Tertinggal dua gol membuat anak asuhan Conte itu langsung keluar menyerang. Hasilnya, Chelsea mampu memperkecil ketinggalan di menit tambahan babak pertama melalui Gary Cahill.

Di babak kedua, Chelsea mampu menyamakan kedudukan tepatnya di menit ke-49 melalui tendangan volley Cesar Azpilicueta. Karena skor 2-2 bertahan hingga babak kedua berakhir, laga pun dilanjutkan ke babak extra time.

Di babak extra time inila Fabregas keluar sebagai pahlawan Chelsea. Gelandang Spanyol tersebut berhasil mencetak dua gol di menit ke-92 dan 94. Chelsea pun keluar sebagai pemenang dan berhak melaju ke babak selanjutnya.

Usai pertandingan, Cesc Fabregas mendapatakan banyak pujian. Sempat menjalani masa-masa sulit di awal musim ini, Fabregas mampu membuktikan diri di pertandingan ini. Fabregas sendiri belum pernah diturunkan sekalipun di ajang Premier League Inggris.

“Tim bermain dengan sangat fantastis. Saya berharap dua gol yang saya cetak ini mampu membungkam beberapa jurnalis, beberapa harian dan beberapa yang selalu berkata buruk sepanjang waktu. Mari fokus kepada yang lebih penting, Chelsea menang. Saya fokus ntuk menang dan bermain bagus ketika saya mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan apa yang saya punya,” ujar Fabregas.

Fabregas sempat mendapatkan kritikan habis-habisan karena gagal masuk skuad inti Chelsea di bawah kepemimpinan Antonio Conte. Fabregas kalah bersaing dengan gelandang baru dari Perancis, N’Golo Kante. Kesempatan bermain Fabregas pun semakin terbatas dan terbatas.

Dua gol yang dibuatnya di pertandingan ini bisa membuat namanya kembali dilirik oleh pelatih Chelsea Antonio Conte. Jika konsisten bermain seperti yang ditunjukkannya ketika melawan Leicester City, bukan tidak mungkin satu tempat di skuad inti The Blues kembali menjadi miliknya.

Kekeluargaan Alasan Vardy Bertahan di Leicester

Kekeluargaan Alasan Vardy Bertahan di Leicester

Kekeluargaan Alasan Vardy Bertahan di Leicester

Kekeluargaan Alasan Vardy Bertahan di Leicester

Penyerang Leicester City dan timnas Inggris, Jamie Vardy mengaku tak menyesal sama sekali dengan keputusannya untuk menolak tawaran dari Arsenal. Vardy lebih memilih bertahan di King Power Stadium bersama dengan Leicester City. Menurutnya, keputusan tersebut sangat mudah diambil.

Bulan Juli lalu, Arsenal sempat diisukan untuk memboyong Jamie Vardy ke Emirates Stadium. Arsenal sudah menyiapkan dana lebih dari 20 juta Pounds untuk memboyong Vardy. Namun, Jamie Vardy menolak tawaran dari The Gunners dan memilih untuk memperpanjang kontrak bersama dengan Leicester City.

Menurut Vardy, dia mendengarkan isi hati dan menggunakan kepalanya sebelum memutuskan apakah menerima tawaran Arsenal atau tidak. Penyerang yang baru saja menikah tersebut juga mengungkapkan bahwa keputusan tersebut adalah keputusan yang mudah.

“Ketika memutuskan hal tersebut, hati dan kepala saya mengatakan untuk tetap bertahan di Leicester. Banyak sekali alasan mengenai hal tersebut. Anda akan berpikir apa yang akan terjadi, dan apa yang tidak akan terjadi. Setiap kali aku memikirkan hal-hal kecil, hati dan kepala saya selalu mengatakan untuk tetap bertahan. Hal itu cukup sederhana,”

“Dalam karir professional saya, itu adalah keputusan paling berat yang pernah saya ambil, tetapi karir professional saya belum terlalu lama. Itu sangat sulit, tapi sebenarnya itu keputusan yang sangat mudah,” ujar Jamie Vardy.

Tawaran dari Arsenal sendiri cukup menggiurkan. Vardy ditawari kontrak dengan gaji mencapai 100 ribu Pounds per pekan. Bayaran tersebut tentu berkali-kali lipat besarnya dibandingkan dengan gajinya di Leicester City. Namun pada akhirnya, gaji yang besar bukanlah tujuan utama dari Jamie Vardy.

“Kami adalah grup yang terdiri dari saudara, dan banyak rekan-rekan saya yang sudah memperpanjang kontrak. Satu-satunya kehilangan dari skuad juara Premier League adalah N’Golo Kante, dimana hal itu tak terlalu buruk. Saya ingin menjadi bagian dari tim ini dalam jangka waktu yang lama,” tambah Vardy.

Musim lalu Jamie Vardy memang tampil mengejutkan. Selain berhasil membawa Leicester City menjadi juara Premier League musim 2015/2016, Vardy juga menjadi salah satu top skor Premier League musim itu. Penampilannya tersebut membuat Vardy dipanggil untuk memperkuat timnas Inggris di ajang Euro 2016 lalu.

 

Chelsea dan Leicester Berbagi Angka di Stamord Bridge

Chelsea dan Leicester Berbagi Angka di Stamord Bridge

Chelsea dan Leicester Berbagi Angka di Stamord  Bridge

Chelsea vs Leicester City

Juara Premier League musim ini, Leicester City harus melawat ke kandang juara musim lalu, Chelsea, dalam pekan terakhir Premier League Inggris. Pertandingan yang digelar di Stamford Bridge tersebut berakhir dengan skor imbang 1-1. Chelsea memimpin terlebih dahulu melalui sepakan Cesc Fabregas. Tim tamu sendiri mampu menyamakan kedudukan di penghujung babak kedua lewat Danny Drinkwater.

Sebelum lagi dimulai, para punggawa Chelsea memberikan penghormatan kepada pemain Leicester City berupa Guard of Honor. Penghormatan juga diberikan kepada pelatih Leicester, yang juga pernah melatih Chelsea, Claudio Ranieri.

Pertandingan ini juga menjadi pertandingan terakhir Guss Hiddink sebagai pelatih Chelsea. Pelatih Belanda tersebut menjadi pelatih Chelsea menggantikan Jose Mourinho yang diberhentikan di akhir 2015 lalu. Musim depan, Chelsea akan dilatih oleh pelatih asal Italia, Antonio Conte.

Tuan rumah mengawali pertandingan dengan kepercayaan diri yang cukup tinggi. Peluang pertama Chelsea didapat dari tendangan Cesc Fabregas. Namun, kesigapan penjaga gawang Leicester, Kasper Schmeicel membuat gawng tim tamu tetap aman.

Leicester sendiri bukan tanpa peluang. Peluang terbaik Leicester City tercipta di menit ke-32 melalui Jamie Vardy. Lepasa dari pengawalan lini belakang Chelsea, Vardy tinggal berhadapan dengan hibaut Courtois. Namun sayangnya, tendangan Vardy masih menyamping dari gawang The Blues. Skor imbang tanpa gol pun menutup paruh pertama pertandingan.

Usai turun minum, pertandingan berjalan cukup seru. Kedua tim tak ragu untuk saling jual beli serangan. Chelsea akhirnya bisa mencetak gol di menit ke-66 melalui gol penalti Cesc Fabregas. Hadiah penalti tersebut diberikan usai Nemanja Matic dijatuhkan di kotak terlarang oleh John Schullp.

Beberapa menit jelang pertandingan berakhir, Leicester mampu mencetak gol penyama kedudukan. Adalah gelandang timnas Inggris, Danny Drinkwater yang sukses menggetarkan jala gawang Chelsea yang dijaga oleh Thibaut Courtois. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tetap bertahan.

Hasil imbang ini membuat Leicester kokoh di puncak klasemen akhir Premier League unggul bersih 10 angka dari peringkat kedua Arsenal. Sementara bagi Chelsea, hasil imbang ini menempatkan mereka di posisi ke-10 klasemen akhir Premier League Inggris di bawah Stoke City.

Usai Pastikan Gelar, Leicester City Banjir Pujian

Usai Pastikan Gelar, Leicester City Banjir Pujian

Usai Pastikan Gelar, Leicester City Banjir Pujian

Leicester City

Terjawab sudah siapa yang akan memenangi gelar Premier League musim 2015/2016. Lewat musim yang sangat dramatis dan tanpa diduga, Leicester City berhasil keluar sebagai pemenang dan resmi menyandang kampiun Premier League Inggris musim 2015/2016.

Kepastian ini didapat sesaat setelah Tottenham Hotspurs hanya bisa bermain imbang dengan Chelsea. Hasil imbang tersebut membuat perolehan nilai Leicester City tak akan bisa dikejar oleh Tottenham Hotspur yang ada di peringkat kedua.

Usai pertandingan Spurs dan Chelsea tersebut, para pemain dan staf Leicester City langsung berpesta pora untuk merayakan kemenangan mereka. Tak hanya para pemain dan staf, puluhan ribu pendukung The Fox juga turut serta dalam perayaan kemenangan ini.

Prestasi Leicester City musim ini memang sangat luar biasa. Tanpa diduga, anak asuhan Claudio Ranieri tersebut berhasil menjadi juara. Padahal, musim sebelumnya Leicester City hanya bisa berada di papan bawah klasemen akhir Premier League.

Kemenangan ini menjadi fenomena yang cukup unik dalam kancah persepakbolaan Eropa. Tak ayal, banyak sosok-sosok tenar sepakbola yang turut mengomentari keberhasilan Leicester City ini. Beberapa nama kawakan di tanah Italia seperti Allesandro Del Piero, Mario Balotelli dan kubu Inter Milan, menjadi yang paling gencar melemparkan pujian. Tak hanya bagi Leicester, tapi juga pelatih mereka yang berasal dari negeri Pizza, Claudio Ranieri.

“Kami mengucapkan selamat yang sebesar-besarnya kepada @LCFC dan terutama kepada pelatih kepala Claudio Ranieri. Selamat Claudio,” tulis kubu Inter Milan lewat cuitan di Twitter.

Para pengamat sepakbola juga tak ketinggalan memberikan ucapan selamat kepada Leicester City. Beberapa nama mantan pesepakbola yang kini menjadi pengamat, seperti Rio Ferdinand, Jamie Carragher dan Gary Lineker mengucapkan selamat kepada Leicester City atas kesuksesannya merengkuh gelar juara Premier League.

“Penghargaan yang luar biasa dalam dunia olahraga Britania Raya. Selamat Leicester City, juara Premier League Inggris,” ujar Rio Ferdinand lewat akun twitternya.

Kemenangan Leicester ini memang menjadi sebuah euphoria tersendiri di kalangan pecinta sepakbola Eropa dan juga dunia. Keberhasilan Leicester ini seperti sebuah dongeng yang sangat mustahil bisa terjadi. Selamat Leicester City!

Gokhan Inler – Leicester Menandatangani Gelandang Swiss Dari Napoli

Inler diperkirakan akan menjadi pengganti bagi Esteban Cambiasso setelah pemain asal Argentina itu bergabung dengan Olympiakos.

Inler, 31, pindah ke Stadion King Power untuk biaya yang tidak diungkapkan dan merupakan pemain keenam yang menandatangani kontrak dengan Leicester di bursa transfer musim panas ini

Leicester City telah menandatangani kontrak dengan gelandang asal Swiss, Gokhan Inler dari Napoli dalam kontrak selama tiga tahun. Kesepakatan itu masih harus menunggu ijin internasional.

Inler, 31, pindah ke Stadion King Power untuk biaya yang tidak diungkapkan dan merupakan pemain keenam yang menandatangani kontrak dengan Leicester di bursa transfer musim panas ini. Dia bisa membuat debutnya dalam pertandingan melawan Tottenham pada hari Sabtu ini, jika pendaftarannya dapat diselesaikan dalam waktu yang ditentukan. Kapten bagi tim nasional negaranya, Inler telah memenangkan 84 pertandingan internasional dan bermain pada Piala Dunia 2010 dan 2014. Continue reading