Category Archives: Ulasan Pertandingan

Gol Bunuh Diri Pastikan Kemenangan Juventus

Gol Bunuh Diri Pastikan Kemenangan Juventus

Gol Bunuh Diri Pastikan Kemenangan Juventus

Gol Bunuh Diri Pastikan Kemenangan Juventus

Juventus terus menempel ketat pimpinan klasemen sementara Serie A, Napoli, setelah berhasil mengalahkan tamunya, Genoa dengan skor tipis 1-0. Tambahan 3 poin di pertandingan tersebut membuat Juve terus membayangi Napoli dengan perbedaan poin yang tipis, yaitu 2 poin.

Anak asuhan Maximiliano Allegri sendiri harus bersusah payah untuk menaklukkan Genoa di pertandingan yang digelar di Juventus Stadium tersebut. Satu-satunya gol di pertandingan tersebut tercipta dari gol bunuh diri bek Genoa, Sebastian De Maio.

Juventus tampil dengan kekuatan penuh di pertandingan tersebut. Allegri kembali menurunkan duet Paolo Dybala dan Alvaro Morata yang di pertandingan sebelumnya sukses membawa Juventus menang besar atas Cheivo. Dybala dan Morata akan disokong Marchisio, Padoin dan Paul Pogba dari lini kedua.

Pertandingan sendiri praktis dikuasai oleh tuan rumah. Sejak peluit tanda dimulainya pertandingan dibunyikan, Paul Pogba cs. langsung mengurung pertahanan Genoa. Lewat duet Dybala dan Morata, Juventus beberapa kali membuat peluang berbahaya di mulut gawang Genoa.

Gol Juventus akhirnya tercipta di menit ke-30 lewat gol bunuh diri pemain belakang Genoa, Sebastian De Maio. Berawal dari tusukan Juan Cuardado dari sisi kanan, bola lalu dikirimkan ke mulut gawang gawang dimana Paolo Dybala sudah menunggu. Namun bola justru dibelokkan ke gawang sendiri oleh Sebastian De Maio.

Skor 1-0 untuk keunggulan Juventus itu sendiri menutup babak pertama di Juventus stadium. Di babak kedua, Juventus mencoba untuk lebih aktif menyerang. Namun solidnya lini pertahanan Genoa dan kegemilangan Mattia Perrin di bawah mistar membuat belum ada gol yang tercipta bagi kubu tuan rumah.

Peluang terbaik Juve di babak kedua datang dari Simone Zaza yang masuk di babak kedua. Lolos dari jebakan offside, Zaza tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Perrin. Namun sayang, tendangan Zaza bisa dinatisipasi dengan oleh penjaga gawang muda Italia tersebut.

Di menit akhir pertandingan, Juventus harus bermain dengan 10 orang pemain setelah Simone Zaza mendapatkan kartu merah langsung karena melakukan tekel berbahaya kepada pemain Genoa. Skor 1-0 untuk keunggulan Juventus sendiri bertahan hingga peluit panjang dibunyikan wasit.

Kemenangan tipis ini terus menghidupkan peluang Juventus untuk meraih gelar Scudetto Italia untuk kali kelima secara beruntun. Untuk mewujudkannya, Juve harus bisa menggeser Napoli dari singgasana Serie A.

Menang Telak, Manchester United Stagnan di Peringkat Lima

Menang Telak, Manchester United Stagnan di Peringkat Lima

Menang Telak, Manchester United Stagnan di Peringkat Lima

Menang Telak, Manchester United Stagnan di Peringkat Lima

Manchester United akhirnya bisa kembali bangkit di ajang Premier League setelah meraih kemenangan atas tamunya, Stoke City dengan skor telak 3-0. Kemenangan itu tak terlalu berpengaruh terhadap posisi Setan Merah di klasemen. Wayne Rooney cs. masih tertahan di peringkat kelima klasemen sementara Premier League.

Wayne Rooney dan Anthony Martial menjadi bintang di pertandingan tersebut. Kedua pemain tersebut masing-masing menciptakan 1 gol dan 1 assist. Satu gol lain United dibukukan oleh Jesse Lindgard. Kemenangan ini patut disyukuri pelatih Manchester United, Louis van Gaal.

Beberapa pekan terakhir ini Louis van Gaal memang mendapatkan sorotan karena peforma United yang menurun. Bahkan tersiar kabar jika mantan pelatih Barcelona ini akan ditendang dari Old Tradford. Namun, hasil positif di laga melawan Stoke City bisa membuat van Gaal sedikit bernapas lega.

Van Gaal kembali menurunkan Wayne Rooney sebagai penyerang utama di pertandingan tersebut. Di belakang Rooney ada Anthony Martial, Juan Mata dan Jesse Lindgard. United sukses membuka keunggulan saat laga berjalan 14 menit lewat Jesse Lindgard

Menerima umpan silang Cameroon Johnson di sisi kanan pertahanan Stoke City, Jesse Lindgard yang tak terjaga berhasil melakukan diving header. Sundulan Jesse Lindgard itu pun berhasil menembus gawang Stoke City yang dijaga Jack Butland. Skor pun berubah menjadi 1-0 untuk tuan rumah.

Sepuluh menit berselang, United sukses menggandakan keunggulan. Kali ini lewat sepakan keras penyerang muda Perancis, Anthony Martial. Menerima umpan terukur Wayne Rooney, Martial langsung melepaskan tendangan keras yang tak bisa dihalau Jack Butland. Skor kembali berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan United.

Skor 2-0 untuk keunggulan Manchester United ini sendiri menutup babak pertama. Di babak kedua, Manchester United masih menguasai permainan. Babak kedua belum genap sepuluh menit, United kembali sukses mencetak gol.

Gol ketiga United ini dicetak oleh Wayne Rooney. Lewat kerja sama apik antara Juan Mata dan Anthony Martial, Rooney yang menerima umpan Martial dari sisi kiri dengan mudah menceploskan bola ke gawang Stoke City. Skor kembali berubah menjadi 3-0.

Di sisa waktu yang ada, tak ada gol lagi yang tercipta. Pertandingan pun ditutup dengan skor 3-0 untuk kemenangan tuan rumah. Tambahan tiga poin belum membawa United beranjak dari peringkat kelima klasemen sementara Premier League. United masih terpaut 10 angka dari pimpinan klasemen, Leicester City.

John Terry Takkan Pensiun di Stamford Bridge

John Terry Takkan Pensiun di Stamford Bridge

John Terry Takkan Pensiun di Stamford Bridge

John Terry Takkan Pensiun di Stamford Bridge

Usai kehilangan Frank Lampard 2 musim lalu, pendukung The Blues Chelsea harus bersiap kembali kehilangan ikon klub setelah kapten tim, John Terry akan hengkang dari Chelsea di akhir musim nanti. Keputusan itu diambil karena Terry merasa tidak ada kejelasan dari manajemen Chelsea. Kontrak John Terry di Chelsea sendiri memang cuma sampai bulan Juni tahun 2016. Ada sebuah kebijakan manajemen Chelsea mengenai pemain yang berusia 30 tahun ke atas.

Pemain yang usianya sudah memasuki kepala tiga hanya akan diberi kontrak 1 tahun per musimnya.  Kebijakan ini juga berlaku untuk John Terry yang menjabat sebagai kapten tim. Kebijakan kontrak semusim dan ketidakjelasan pelatih Chelsea membuat John Terry mengambil keputusan bulat untuk meninggalkan The Blues di akhir musim 2015/2016.

Dengan begitu, sudah bisa dipastikan jika John Terry tidak akan pensiun atau mengakhiri karirnya di Stamford Bridge. Keputusan itu sendiri disampaikan Terry usai laga FA Cup melawan MK Dons. Usai pertandingan yang dimenangi Chelsea dengan skor 4-1 tersebut, John Terry mengeluarkan pernyataan jika dirinya akan hengkang dari Chelsea di akhir musim.

Pernyataan Terry tersebut sontak menjadi berita panas di kalangan pecinta Chelsea. Hingga saat ini belum bisa dipastikan kemana John Terry akan berlabuh usai kontraknya habis bersama Chelsea di bulan Juni nanti. Banyak yang menyebut bahwa Terry akan menyusul dua rekannya, Steven Gerrard dan Frank Lampard ke Major League Soccer atau MLS di Amerika Serikat.

John Terry merupakan pemain penting bagi Chelsea. Pemain kelahiran tahun 1980 ini sejak usia muda sudah bergabung bersama Chelsea.  Terry merupakan lulusan akademi Chelsea yang kemudian dipromosikan ke tim utama Chelsea di tahun 2001 lalu. Sejak musim 2003/2004, satu tempat di lini belakang Chelsea menjadi milik pemain yang mempunyai tinggi 187 cm ini.

Selama hampir 16 tahun bersama tim utama Chelsea, John Terry turut mempersembahkan berbagai gelar bergengsi kepada The Blues, antara lain; 4 gelar Premier League di tahun 2005, 2006, 2010 dan 2015. Lalu 1 trofi Liga Champions Eropa di tahun 2012 dan 1 Europa League di tahun 2013. Serta gelar Piala domestik seperti 5 kali FA Cup dan 3 kali League Cup.

Gilas Cheivo, Juventus Terus Menggila

Gilas Cheivo, Juventus Terus Menggila

Gilas Cheivo, Juventus Terus Menggila

Gilas Cheivo, Juventus Terus Menggila

Juventus semakin perkasa di ajang Serie A Italia setelah berhasil menjungkalkan tuan rumah Chievo Verona dengan skor telak 4-0. Kemenangan atas Cheivo tersebut membawa Juventus memperpanjang rekor kemenangan beruntun di Serie A Italia. Hingga pekan terakhir bulan Januari ini, Juventus telah mengkoleksi 12 kemenangan beruntun di Serie A. Hasil ini sendiri membuat Juventus masih menempel ketat SSC Napoli yang berada di puncak klasemen sementara Serie A Italia.

Penyerang asal Spanyol, Alvaro Morata menjadi bintang di pertandingan tersebut. Mantan pemain Real Madrid tersebut mencetak 2 gol pada laga yang dihelat di stadion Marc Antonio Bentegodi. Pelatih Juventus, Maximiliano Allegri menurunkan formasi andalan 3-5-2 di pertandingan tersebut. Alvaro Morata dan Paolo Dybala dipercaya sebagai duet di lini depan. Sementara Paul Pogba, Claudio Marchisio dan Sami Khedira menjadi trio di lini tengah.

Juventus langsung membuka keunggulan saat laga baru berjalan Sembilan menit. Berawal dari umpan silang Stephen Lichsteiner, Alvaro Morata yang lepas dari pengawalan sukses membelokan bola untuk mencetak skor. Lima menit jelang babak pertama usai, Si Nyonya Tua sukses menggandakan keunggulan. Gol kedua Juventus lagi-lagi dicetak oleh Alvaro Morata meneruskan umpan Sami Khedira. Skor 2-0 untuk keunggulan Juventus menutup babak pertama.

Di babak kedua, Bianconerri masih menguasai pertandingan. Duet Paolo Dybala dan Alvaro Morata begitu menyulitkan lini pertahanan Cheivo. Juventus akhirnya bisa kembali mencetak gol ketika pertandingan memasuki menit ke-61. Kali ini giliran bek sayap kiri, Alex Sandro yang mencetak gol. Bekerja sama dengan Paul Pogba, Alex Sandro melepaskan tendangan spektakuler yang tak bisa dihalau oleh penjaga gawang Cheivo, Albano Bizzari. Skor berubah menjadi 3-0 untuk keunggulan tim tamu

Enam menit kemudian, Juventus semakin memperbesar keunggulan ketika Paul Pogba sukses menggetarkan jala gawang Cheivo untuk kali keempat. Menerima umpan dari Paolo Dybala, gelandang muda asal Perancis ini sempat mengecoh beberapa pemain belakang Cheivo sebelum mencetak gol. Gol dari Paul Pogba di menit ke-67 tersebut menjadi gol terakhir yang tercipta di pertandingan tersebut. Skor akhir Juventus unggul telak 4-0 atas tuan rumah Cheivo Verona.

Arsenal Susah Payah Kalahkan Burnley

Arsenal Susah Payah Kalahkan Burnley

Arsenal Susah Payah Kalahkan Burnley

Arsenal Susah Payah Kalahkan Burnley

Arsenal harus berjuang keras untuk mengalahkan Burnley di babak 32 besar atau babak keempat FA Cup. Anak asuhan Arsene Wenger tersebut menang tipis 2-1 atas Burnley. Alexis Shancez menjadi penentu kemenangan The Gunners di pertandingan yang digelar di Emirates Stadium tersebut. Bermain melawan sesama tim dari Premier League, Arsene Wenger tak mau ambil resiko.

Pelatih asal Perancis tersebut menurunkan skuad utamanya dipertandingan tersebut. Wenger hanya menyelipkan satu pemain muda di laga tersebut, yaitu Alex Iwobi. Laga tersebut juga menjadi debut dari pemain yang baru dibeli dari Shaktar Donestk, Mohammed Elneny. Elneny merupakan pemain asal Mesir yang didatangkan Arsenal pada bursa transfer Januari ini. Pemain ini sendiri berposisi sebagai gelandang tengah.

Sejak pertandingan dimulai, The Gunners langsung menguasai permainan. Memanfaatkan kecepatan kedua sisi sayap, beberapa kali Arsenal membuat lini belakang Burnley kelabakan. Gol yang ditunggu-tunggu publik London akhirnya tercipta di menit ke-19. Menerima umpan dari Alexis Shancez, Calum Chambers sukses mengoyak gawang Burnley yang dijaga Tom Heaton.

Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan tuan rumah. Keunggulan 1-0 tersebut membuat Arsenal sedikit mengendurkan serangan. Hal itu membuat Burnley mampu memanfaatkan keadaan untuk mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-30. Umpan silang Tendaki Darikwa dari sisi sayap sukses disundul oleh Sam Vokes. Skor imbang 1-1 ini pun menutup babak pertama. Di babak kedua, Arsenal yang tak mau pertandingan berakhir seri mencoba untuk lebih aktif menyerang.

Arsenal akhirnya sukses mencetak gol di menit ke-53. Lewat serangan yang rapi dan cepat, Alexis Shancez berhasil mencetak gol untuk membawa Arsenal kembali unggul. Di sisa waktu yang ada pertandingan berjalan cukup menarik, kedua tim saling jual beli serangan. Namun hingga akhir pertandingan, skor 2-1 untuk kemenangan The Gunners Arsenal tetap bertahan.

Kemenangan yang didapatkan Arsenal dengan susah payah ini patut disyukuri. Kemenangan atas Burnley membuat Arsenal berhak melaju ke babak 16 besar FA Cup. Dalam dua musim terakhir ajang FA Cup, Arsenal selalu sukses melaju hingga babak final. Bagaimana dengan musim ini? kita lihat saja seberapa jauh Arsenal akan melaju.