Category Archives: Liga Italia

Alvaro Morata jadi Rebutan Klub Elit Eropa

Alvaro Morata jadi Rebutan Klub Elit Eropa

Alvaro Moratta

Real Madrid nampaknya akan kembali membeli Alvaro Morata dari Juventus. Penampilan impresif Morata selama dua musim membela Juventus membuat kubu El Real ingin memulangkan pemain tersebut. Dalam klausul perjanjian kontrak dengan Juve, Madrid memang berhak membeli kembali Alvaro Morata dari juara Serie A itu.

Namun, dikabarkan Morata dibawa pulang bukan untuk memperkuat Real Madrid, tapi untuk dijual kembali. Buy-back clause dari Juventus senilai 23 juta Euro akan diaktifkan Madrid untuk memulangkan penyerang binaannya tersebut. Setelah itu, El Real berencana menjual Morata dengan harga 40 juta Euro lebih.

Sejak tampil menawan bersama dengan Juventus dalam dua musim terakhir, banyak klub yang tertarik untuk memboyong Morata. Beberapa klub seperti Manchester United, Arsenal, Chelsea dan Paris Saint Germain sudah antri untuk mendapatkan tanda tangan pemain timnas Spanyol ini.

Manchester United menjadi klub terdepan dalam perburuan Morata. Hubungan baik dengan Real Madrid menjadi senjata Setan Merah untuk mendaratkan Morata ke Old Tradford. Apalagi, jika nanti Jose Mourinho jadi melatih United, peluang Morata untuk pindah ke Theater of Dreams semakin terbuka lebar. United bisa memanfaatkan kedekatan Mou yang pernah menjadi bos Morata semasa di Real Madrid.

Selain United, Chelsea juga mempunyai peluang yang besar untuk mendapatkan penyerang 23 tahun ini. Pelatih baru Chelsea musim depan asal Italia, Antonio Conte akan memaksimalkan koneksinya dengan Juventus untuk memboyong Morata ke Stamford Bridge. Chelsea memang benar-benar membutuhkan penyerang baru untuk mengganti Diego Costa yang mengecewakan.

Beberapa klub lain juga tertarik untuk membeli Morata, seperti Napoli dan juga juara Premier League Inggris musim ini, Leicester City. Leicester berupaya untuk menambah kekuatan jelang musim 2016/2017 dimana mereka akan ikut ambil bagian dalam Liga Champions Eropa.

Kegemilangan Alvaro Morata bersama Juventus memang patut diacungi jempol. Meski bukan menjadi pilihan utama, Morata mampu membuktikan diri sebagai penyerang kelas dunia baik di liga Italia maupun Liga Champions. Tak mengherankan jika banyak klub tertarik untuk merekrutnya. Kita tunggu saja siapa klub beruntung yang akan mendapatkan tanda tangan Alvaro Morata di bursa transfer musim panas nanti.

Napoli Kalah, Higuain Menangis

Napoli Keok, Higuain Menangis

Napoli Kalah, Higuain Menangis

Tangisan Gonzalo Higuain mewarnai kekalahan Napoli dari tuan rumah Udinese di ajang Serie A Italia. Kekalahan tersebut membuat Napoli semakin tertinggal dari pimpinan klasemen, Juventus, yang di saat bersamaan berhasil mengalahkan Empoli dengan skor tipis 1-0.

Akibat kekalahan di pertandingan itu, peluang Napoli untuk menjuarai Serie A musim ini sedikit demi sedkit mulai tertutup. Napoli tertinggal 6 poin dari Juventus di peringkat pertama. Bahkan posisi runner up Napoli juga rawan terkejar oleh AS Roma yang menguntit di posisi ketiga.

Bermain di hadapan pendukungnya sendiri, Udinese tampil cukup agresif. Pertandingan baru berjalan 14 menit, tuan rumah mampu membuka keunggulan lewat Bruno Fernandes. Udinese pun unggul dengan skor 1-0.

Tersentak dengan gol tuan rumah, anak asuhan Mauricio Sarri mencoba keluar menyerang. Hasilnya, Gonzalo Higuain mampu menyamakan kedudukan di menit ke-24. Sepakan penyerang asal Argentina tersebut tak mampu dibendung oleh penjaga gawang Udinese, Karnezeis.

Jelang babak pertama usai, Udinese kembali berhasil memimpin setelah Bruno Hernandez kembali mencetak gol ke gawang Napoli. Udienese pun menutup babak pertama pertandingan dengan keunggulan 2-0 atas Napoli.

Di babak kedua, Napoli yang berada di bawah tekanan mencoba menguasai permainan. Namun rapatnya lini belakang Udinese cukup membuat frustasi Marek Hamsik cs. Keasyikan menyerang justru gawang Napoli yang kembali kebobolan.

Kali ini giliran Cyril Therau yang mencatatkan namanya di papan skor usai menaklukkan penjaga gawang Napoli, Gabriel. Tuan rumah pun kembali menjauh dengan skor 3-1 atas tamunya dari Naples tersebut.

Tertinggal dua gol membuat pemain Napoli terlihat frustasi. Puncaknya terjadi saat Gonzalo Higuain menerima kartu kuning kedua di menit ke-75 dan harus keluar dari lapangan. Saat keluar lapangan, terlihat Higuain meneteskan air matanya. Beban mental untuk membawa Napoli juara sepertinya membuat Higuain tidak mampu menahan emosi.

Bermain dengan 10 orang pemain membuat Napoli kesulitan untuk bisa menyamakan kedudukan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-1 untuk keunggulan Udinese tetap bertahan. Kekalahan ini membuat Napoli harus mulai melupakan gelar Scudetto musim ini.

Napoli sempat unggul memimpin Serie A di awal tahun 2015. Namun konsistensi Il Partinopei dipertanyakan ketika mereka meraih hasil kurang memuaskan di bulan Maret. Kini Napoli harus berjuang sangat keras untuk bisa kembali ke jalur juara.

Misi Rahasia Elang Ibukota, Taklukan Serigala Roma

Misi Rahasia Elang Ibukota, Taklukan Serigala Roma

AS Roma vs Lazio

Perseteruan Lazio vs AS Roma adalah laga klasik yang sudah berseteru sejak dahulu, sebelum laga derby modern seperti Manchester City vs Manchester United atau Arsenal vs Chelsea di kenal panas saat ini. Laga Lazio vs Roma sudah lebih dulu menebar bara panas persaingan untuk memperebutkan pamor ibukota. Jika kedua tim bertemu dalam laga yang dikenal dengan Derby Della Capitale maka kedua kubu di ibukota terbelah mengusung jagoannya masing-masing.

Namun untuk derby tahun ini Serigala Roma lebih diunggulkan untuk bisa mencabik Elang ibukota, alasannya jelas karena dari beberapa partai terakhir yang dilakoni Serigala Roma lebih superior di timbang Lazio. Dari segi klasemen pun sejak beberapa tahun Roma bisa lebih unggul di atas Lazio sehingga membuat laga derby di tahun 2016 ini Roma lebih diatas angin. Melihat Roma yang lebih diunggulkan para punggawa Elang Ibukota mengemban misi untuk bisa menggoyang hegemoni serigala Roma untuk memberikan harga diri bagi pendukungnya.

Lazio akan di perkuat oleh beberapa pilar utamanya yakni Stefan di Vrij, Marco Parolo, Felipe Anderson, Dutsan Basta, Lucas Biglia, Stefan Radu, Antonio Candreva dan Allesandro Matri. Kolektifitas lini tengah yang di galang oleh Felipe Anderson, Antonio Candreva, dan Lucas Biglia akan membantu lini depan yang di isi oleh kecepatan Allesandro Matri.

Dengan barisan pemain pilar yang tidak bisa dibilang lemah Lazio memiliki peluang untuk bisa bersaing dengan lini tengah dan depan Roma yang memiliki skuad diatas mereka, lini tengah Lazio harus beradu kuat dengan Diego Perotti yang sedang on fire dengan torehan gol dan sejumlah assistnya. Selain itu lini depan Lazio juga patut memberikan penjagaan ekstra ketat terhadap lini depan Roma yang dihuni oleh trisula maut Mohamed Salah, Edin Dzeko dan Stephan El Shaarawy.

Khusus untuk nama terakhir yakni sang firaun kecil, El Shaarawy lini belakang Lazio harus menjaga ekstra ketat karena sosok inilah yang paling dominan dalam kebangkitan AS Roma, perfomanya pun cukup gemilang di timnas Italia. Hal ini bisa dilihat dari torehan satu indahnya ke gawang Jerman pada laga persahabatan lalu.