Category Archives: Liga Inggris

Thibaut Courtois Ingin Gabung Real Madrid

Thibaut Courtois Ingin Gabung Real Madrid

Thibaut Courtois Ingin Gabung Real Madrid

Thibaut Courtois Ingin Gabung Real Madrid

Kabar buruk datang dari tim Chelsea. Penjaga gawang andalannya, Thibaut Courtois dikabarkan akan segera hengkang dari markas Chelsea, Stamford Bridge. Dari kabar yang beredar, Courtois akan kembali ke ajang La Liga Spanyol dan bergabung bersama raksasa Spanyol, Real Madrid.

Pemain timnas Belgia tersebut sebelumnya pernah bermain bersama klub La Liga lainnya, Atletico Madrid. Selama membela Atletico dnegan status pemain pinjaman, Courtois terbilang sukses dan bahkan pernah mengantarkan Altetico Madrid merengkuh gelar La Liga musim 2013/2014 silam.

Usai menjalani empat tahun masa peminjaman di Atletico, Courtois akhirnya kembali ke klub induknya, Chelsea. Bersama dengan Chelsea, Courtois berhasil menyingkirkan penjaga gawang senior, Petr Cech. Sejak saat itu, Courtois pun menjadi pilihan nomor satu di bawah mistar gawang The Blues.

Namun, kebersamaan Courtois dan Chelsea nampaknya tak akan bertahan lama. Dalam sebuah wawancara dengan media, Courtois mengungkapkan kerinduannya pada ajang Divisi Primera La Liga Spanyol. Dia pun memberikan sinyal bahwa dirinya akan kembali ke kasta tertinggi kompetisi sepakbola Spanyol tersebut.

“Saya masih mencintai Spanyol. Saya mencintai Spanyol sejak dari awal karena orangnya, gaya hidupnya, makanannya. Ketika saya meninggalkan Spanyol, saya tahu suatu saat nanti saya pasti akan kembali. Saya masih mempunyai kontrak bersama Chelsea 3 tahun lagi. Kami akan membuat keputusan apakah saya harus meninggalkan Chelsea atau menandatangani kontrak baru,” ujar Courtois.

Ketika ditanya tentang ketertarikan Real Madrid, pemain berusia 24 tahun tersebut terkesan malu-malu. Keputusan ini harus dipertimbangkan dengan matang mengingat Courtois sebelumnya membela klub rival Real Madrid, yaitu Atletico.

“Saya tidak tahu apapun tentang ketertarikan Real Madrid. Tapi banyak klub yang tertarik dengan saya karena profil saya. Saya bisa beradaptasi dengan semua gaya permainan di klub manapun. Tapi, yang saya tahu Real Madrid memberikan saya gestur yang sangat baik,” tambah penjaga gawang nomor satu timnas Belgia tersebut.

Di usia yang cukup muda untuk penjaga gawang, Thibaut Courtois memang banyak diincar oleh banyak klub besar Eropa. Namun, Chelsea sebagai klub pemilik tak akan membiarkan begitu saja pemain andalannya dibajak oleh klub lain.

Mourinho Akan Pasang Rashford di Skuad Utama

Mourinho Akan Pasang Rashford di Skuad Utama

Mourinho Akan Pasang Rashford di Skuad Utama

Mourinho Akan Pasang Rashford di Skuad Utama

Pelatih Manchester United, Jose Mourinho memastikan bahwa di pertandingan Europa League melawan Feyenord hari Jumat (15/9/2016) nanti, Marcus Rashford akan dipasang sebagai starter. Hal itu disampaikan Mourinho usai laga derby Manchester akhir pekan lalu melawan Manchester City.

Pada laga derby Manchester pekan lalu, Marcus Rashfrod masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua. Namun, masuknya Rashford tetap tak bisa menghindarkan Manchester United dari kekalahan. Di era Jose Mourinho, Rashfrod belum pernah bermain sebagai starter. Namun hal itu akan berubah pada ajang Europa League tengah pekan ini.

Jose Mourinho telah menjamin jika Marcus Rashford akan bermain sebagai starter saat United bertanding melawan Feyenord. Selain untuk tujuan rotasi, Mourinho memasang Rashford sejak menit awal juga untuk memberinya kesempatan unjuk gigi. Menurut Mourinho, Rashford mempunyai masa depan yang sangat cerah.

“Saya sangat mempercayainya. Saya tahu masa depannya akan sangat hebat dan brilian. Dia adalah seorang pemain nomor Sembilan, namun juga bisa bermain di beberapa posisi sekaligus. Kami harus bisa membimbingnya, meningkatkan kemampuannya, tapi dia sudah memiliki charisma personal yang sangat tinggi,” ungkap Jose Mourinho.

Musim lalu, Marcus Rashford mencuri perhatian bersama dengan Manchester United. Di bawah asuhan Louis van Gaal musim lalu, Rahsford berhasil mencetak delapan gol dari 18 kali penampilan di semua ajang bersama Setan Merah. Hal itu tentu prestasi yang cukup gemilang untuk ukuran pemain di bawah 20 tahun.

“Normalnya, banyak orang melihat talenta sepakbolanya, tapi kepribadiannya justru yang lebih penting dan dia telah menunjukkannya musim lalu. Dia menunjukkannya dengan cepat. Saya yakin anak ini akan memberikan kemampuan terbaiknya kepada kami,” tambah pelatih berjuluk The Special One tersebut.

Marcus Rashford memang masih menjadi pilihan ketiga sebagai penyerang utama Manchester United, di belakang Zlatan Ibrahimovic dan Wayne Rooney. Meski begitu, potensi yang dimilikinya membuat Rashford digadang-gadang sebagai calon penyerang utama Manchester United dan timnas Inggris. Kini bola berada di tangan Marcus Rashford untuk terus membuktikan diri. Dalam beberapa tahun ke depan, dirinya berpotensi menjadi andalan Manchester United di berbagai ajang.

united-kalah-wasit-dan-pemain-jadi-kambing-hitam

United Kalah, Wasit Dan Pemain Jadi Kambing Hitam

united-kalah-wasit-dan-pemain-jadi-kambing-hitam

united-kalah-wasit-dan-pemain-jadi-kambing-hitam

Manchester City akhirnya keluar sebagai pemenang dalam derby Manchester hari Sabtu kemarin saat berhadapan dengan Manchester United. Laga penuh gengsi yang dihelat di stadion Old Tradford tersebut berakhir dengan skor 2-1 untukThe Citizens. Gol dari Kevin De Bruyne dan Kelichi Iheanacho hanya bisa dibalas sekali  oleh United lewat Zlatan Ibrahimovic.

Kekalahan atas rival sekota tersebut membuat pelatih Manchester United, Jose Mourinho meradang. Pelatih kontroversial itupun menyalahkan kepemimpinan wasit, Mark Clattenburg dan juga pemain Manchester United dalam pertandingan tersebut. Menurut Mou, United harusnya mendapatkan penalti di laga itu.

Di pertandingan tersebut, penjaga gawang baru Manchester City yang baru dibeli dari Barcelona, Claudio Bravo terlihat menjatuhkan Zlatan Ibrahimovic di kotak terlarang. Namun, Mark Clattenburg yang memimpin pertandingan malam itu tidak memberikan hadiah penalti kepada United. Hal itulah yang membuat Jose Mourinho marah.

“Saya tahu peraturan dalam permainan ini. Itu sudah sangat jelas jika pelanggaran yang dilakukan Claudio Bravo harus diberikan penalti dan dia harus mendapatkan kartu merah. Jika Clatennburg tidak berpikir dua kali, pelanggaran itu sudah menjadi penalti dan kami berpeluang mengakhiri pertandingan dengan skor imbang 2-2,”cerca pelatih asal Portugal tersebut kepada Claudio Bravo dan Mark Clattenburg.

Selain itu, Jose Mourinho juga merasa kecewa dengan penampilan para pemainnya. Mou melakukan pergantian pemain di awal babak kedua karena merasa ada yang salah dengan cara bermain para pemainnya. Henrikh Mhkitaryan dan Jesse Lindgard adalah dua pemain yang diganti lebih awal di pertandingan tersebut.

“Saya sebenarnya tidak ingin melakukan tiga pergantian di tengah babak. Saya mengira bahwa kualitas individu yang dimiliki oleh beberapa pemain bisa membantu saya dalam meraih apa yang saya inginkan di pertandingan tersebut, tapi saya tak mendapatkannya,” ungkap Jose Mourinho.

Kekalahan di laga derby memang sangat menyakitkan, apalagi diderita di kandang sendiri. Ini adalah kekalahan pertama Manchester United di ajang Premier League musim ini. Kekalahan tersebut membuat Setan Merah masih tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara Premier League, tertinggal tiga angka dari pimpinan klasemen, Manchester City.

 

alexis-sanchez-bisa-menyamai-level-messi-dan-ronaldo

Alexis Sanchez Bisa Menyamai Level Messi Dan Ronaldo

alexis-sanchez-bisa-menyamai-level-messi-dan-ronaldo

alexis-sanchez-bisa-menyamai-level-messi-dan-ronaldo

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger mengklaim bahwa Alexis Sanchez bisa menjadi rival bagi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo dalam perebutan gelar Ballon d’Or atau pemain terbaik dunia. Menurut Wenger, Alexis Sanchez mempunyai potensi dan kapasitas untuk bisa menjadi pemain terbaik di dunia.

Alexis Sanchez didatangkan dari Barcelona pada awal musim 2014/2015 dengan banderol 42 juta Euro. Sejak saat itu, pemain timnas Chile tersebut selalu menjadi andalan Arsenal di Premier League dan Liga Champions. Hingga saat ini, mantan pemain Udinese tersebut sudah menorehkan 30 gol untuk Arsenal di Premier League.

Sebelumnya, Alexis Sanchez menyatakan bahwa dirinya layak bersanding dengan nama-nama besar pesepakbola dunia, seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Alexis mengatakan bahwa dirinya mempunyai kemampuan dan kualitas yang sama dengan Messi maupun Ronaldo. Pernyataan tersebut didukung dan diamini oleh Arsene Wenger.

“Ronaldo dan Messi telah melakukan hal tersebut selam bertahun-tahun, jadi konsistensi performa yang ditunjukkan oleh mereka berbicara sendiri. Saya tentu sangat berharap Alexis Sanchez bisa melakukan hal yang sama,” ujar pelatih asal Perancis tersebut.

Wenger pun menambahkan jika kemampuan yang dimiliki oleh Alexis Sanchez sudah sangat mumpuni. Dia hanya butuh waktu yang tepat untuk membuktikan diri sebagai salah satu pemain terbaik di dunia bersama dengan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

“Dia (Alexis) sangat berambisi. Dia adalah tipe pemain yang ingin selalu memenangkan setiap pertandingan yang dilakoninya, jadi adalah sesuatu yang baik untuk mempunyai ambisi untuk menjadi yang terbaik. Dia mempunyai potensi dan kemampuan, kini tinggal dia apakah ingin menunjukkannya atau tidak,” tambah Arsene Wenger kepada awak media.

Nama Alexis Sanchez mulai mencuat ketika memperkuat Udinese selama 3 musim dari tahun 2008 hingga 2011. Performa impresifnya di Serie A membuat raksasa Spanyol, Barcelona merekrutnya di awal musim 2011/2012. Tiga musim membela Barca, Alexis kemudian hijrah ke Inggris dan bergabung dengan Barcelona.

Sepanjang karirnya, Alexis Sanchez sudah pernah merasakan beberapa gelar bergengsi seperti juara La Liga Spanyol, Copa Del Rey dan FA Cup. Kini Alexis Sanchez menjadi tumpuan utama Arsenal dalam perebutan gelar juara Premier League Inggris.

Kekeluargaan Alasan Vardy Bertahan di Leicester

Kekeluargaan Alasan Vardy Bertahan di Leicester

Kekeluargaan Alasan Vardy Bertahan di Leicester

Kekeluargaan Alasan Vardy Bertahan di Leicester

Penyerang Leicester City dan timnas Inggris, Jamie Vardy mengaku tak menyesal sama sekali dengan keputusannya untuk menolak tawaran dari Arsenal. Vardy lebih memilih bertahan di King Power Stadium bersama dengan Leicester City. Menurutnya, keputusan tersebut sangat mudah diambil.

Bulan Juli lalu, Arsenal sempat diisukan untuk memboyong Jamie Vardy ke Emirates Stadium. Arsenal sudah menyiapkan dana lebih dari 20 juta Pounds untuk memboyong Vardy. Namun, Jamie Vardy menolak tawaran dari The Gunners dan memilih untuk memperpanjang kontrak bersama dengan Leicester City.

Menurut Vardy, dia mendengarkan isi hati dan menggunakan kepalanya sebelum memutuskan apakah menerima tawaran Arsenal atau tidak. Penyerang yang baru saja menikah tersebut juga mengungkapkan bahwa keputusan tersebut adalah keputusan yang mudah.

“Ketika memutuskan hal tersebut, hati dan kepala saya mengatakan untuk tetap bertahan di Leicester. Banyak sekali alasan mengenai hal tersebut. Anda akan berpikir apa yang akan terjadi, dan apa yang tidak akan terjadi. Setiap kali aku memikirkan hal-hal kecil, hati dan kepala saya selalu mengatakan untuk tetap bertahan. Hal itu cukup sederhana,”

“Dalam karir professional saya, itu adalah keputusan paling berat yang pernah saya ambil, tetapi karir professional saya belum terlalu lama. Itu sangat sulit, tapi sebenarnya itu keputusan yang sangat mudah,” ujar Jamie Vardy.

Tawaran dari Arsenal sendiri cukup menggiurkan. Vardy ditawari kontrak dengan gaji mencapai 100 ribu Pounds per pekan. Bayaran tersebut tentu berkali-kali lipat besarnya dibandingkan dengan gajinya di Leicester City. Namun pada akhirnya, gaji yang besar bukanlah tujuan utama dari Jamie Vardy.

“Kami adalah grup yang terdiri dari saudara, dan banyak rekan-rekan saya yang sudah memperpanjang kontrak. Satu-satunya kehilangan dari skuad juara Premier League adalah N’Golo Kante, dimana hal itu tak terlalu buruk. Saya ingin menjadi bagian dari tim ini dalam jangka waktu yang lama,” tambah Vardy.

Musim lalu Jamie Vardy memang tampil mengejutkan. Selain berhasil membawa Leicester City menjadi juara Premier League musim 2015/2016, Vardy juga menjadi salah satu top skor Premier League musim itu. Penampilannya tersebut membuat Vardy dipanggil untuk memperkuat timnas Inggris di ajang Euro 2016 lalu.