Kalah dari Wales, Wilmots Salahkan Pemain

Kalah dari Wales, Wilmots Salahkan Pemain Bertahan

Kalah dari Wales, Wilmots Salahkan Pemain

Kalah dari Wales, Wilmots Salahkan Pemain

Pelatih Belgia, Marc Wilmots enggan dipersalahkan atas kekalahan tim yang dilatihnya di babak perempat final Euro 2016 dari Wales. Di petandingan tersebut, Belgia harus tertunduk malu karena kalah dengan skor 3-1 dari Wales. Kekalahan tersebut membuat Belgia harus memupus mimpinya untuk menjadi kampiun Euro 2016 Perancis.

Usai laga, Marc Wilmots yang berbicara dengan para wartawan beranggapan bahwa taka da yang salah mengenai strategi dan taktik yang diterapkannya di pertandingan tersebut. Menurutnya, penyebab kekalahan Belgia adalah minimnya pengalaman yang dimiliki oleh para pemain bertahan.

Seperti yang diketahui, di pertandingan tersebut Belgia tak bisa menurunkan salah satu bek andalannya, Jan Vertoghen karena cedera. Untuk menggantikan Vertoghen, Wilmots memasang Jordan Lukaku. Hasilnya lini pertahanan Belgia berhasil diterobos dengan mudah oleh penyerang Wales.

Kami memiliki stategi yang bagus, kami mendominasi permainan, kami tampil baki di 25 menit pertama. Namun setelah itu, hal buruk menimpa kami, Saya bukanlah seorang pesulap, para pemain bertahan yang kami miliki rata-rata berumur 23 tahun. Mungkin mereka terlalu muda untuk bermain di level sepert ini. Pemain bertahan kami minim pengalaman ujar Marc Wilmots.

Belgia sempat unggul terlebih dahulu lewat gol yang dicetak oleh Radja Nainggolan di menit ke-13. Namun, Wales kemudian bangkit dan membalas tiga gol masing-masing melalui Ashley Williams, Robson Kanu dan Sam Vokes. Belgia yang digadang-gadang sebagai salah satu kandidat terkuat juara Pial Eropa pun harus trhenti di babak perempat final.

Aibat kegagalan tersebut, public Belgia menyarakan Wilmots untuk mundur dari kursi pelatih Belgia. Ketika ditanya apakah akan mundur dari pelatih timnas Belgia, Marc Wilmots ingin memutuskannya usai perhelatan Euro berakhir.

Saya sudah pernah mengatakan jika akan memutuskan masa depan saya usai perhelatan Euro, bukan setelah satu pertandingan berakhir. Saya akan memikirkannya, beri saya waktu, ungkap Wilmots.

Perjalanan generasi emas Belgia pun kembali terhenti di babak perempat final. Sebelumnya, di Piala Dunia 2014 lalu, Belga juga hanya bisa mencapai babak perempat final saja. Dengan kualitas dan materi yang dimiliki, Belgia harusnya bisa melaju lebih jauh.

Gagal di Euro 2016 Del Bosque Mundur dari Timnas

Euro 2016 : Del Bosque Mundur dari Timnas Spanyol

Gagal di Euro 2016 Del Bosque Mundur dari Timnas

Gagal di Euro 2016 Del Bosque Mundur dari Timnas

Pelatih timnas Spanyol, Vicente Del Bosque akhirnya memutuskan untuk berhenti dari jabatannya sebagai pelatih kepala timnas sepakbola Spanyol. Keputusan ini diamblil menyusul kekalahan La Furia Roja dari Italia di babak 16 besar Euro 2016. Akibat kekalahan tersebut, Spanyol harus tersingkir dari ajang Euro 2016 dan gagal mempertahankan gelar juara Piala Eropa.

Vicente Del Bosque mengaku sudah berbicara dengan pimpinan federasi sepakbola Spanyol (REEF), Angel Maria Villar mengenai rencana pengunduran dirinya ini. Pelatih yang sukses mengantarkan Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2010 lalu ini merasa bertanggung jawab terhadap keluarnya Spanyol dari Euro 2016.

Del Bosque sendiri sejatinya sudah mengungkapkan di awal turnamen bahwa ajang Euro 2016 akan menjadi turnamen terakhirnya sebagai pelatih Spanyol. Apapun hasil yang didapat Spanyol di ajang Euro 2016 Perancis ini, Del Bosque tetap berencana untuk berhenti sebagai pelatih timnas Spanyol.

“Tanpa keraguan sama sekali, saya tidak mempunyai rencana untuk bertahan sebagai pelatih Spanyol, Apapun hasil yang didapat Spanyol di Euro 2016. Saya sudah memutuskan masa depan saya nanti,” ujar Del Bosque kepada awak media.

Del Bosque juga sudah memberitahukan kepada seluruh punggawa Spanyol di Piala Eropa 2016, kecuali Cassilas, perihal rencanya pengunduran dirinya tersebut lewat surat. Dari hal tersebut terungkap bahwa, Iker Cassilas mempunyai masalah dengan staff pelatih timnas Spanyol. Hal itulah yang membuat Cassilas menjadi satu-satunya pemain yang tidak disurati oleh Del Bosque.

Vicente Del Bosque menjadi pelatih Spanyol menggantikan Luis Aragones di tahun 2008 silam. Saat itu, Spanyol baru saja menjuarai Piala Eropa 2008. Setelah menjadi pelatih kepala Spanyol, Del Bosque sukses mengantarkan Andres Iniesta cs. menjadi juara Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Dua tahun kemudian, Vicente Del Bosque kembali berhasil membawa Spanyol mempertahankan gelar juara Piala Eropa di ajang Euro 2012.

Publik sepakbola Spanyol harus berterima kasih kepada Vicente Del Bosque. Meski gagal membawa Spanyol melangkah lebih jauh di ajang Euro 2016, namun jasa-jasa yang telah diberikan Del Bosque selama menjadi pelatih Spanyol bisa dibilang luar biasa.

Hadapi Jerman, Italia Tanpa De Rossi

Euro 2016 : Lawan Jerman, Italia Tanpa Motor Lini Tengah

Hadapi Jerman, Italia Tanpa De Rossi

Hadapi Jerman, Italia Tanpa De Rossi

Kabar buruk menimpa timnas Italia jelang babak perempat final Euro 2016 melawan juara dunia, Jerman. Salah satu gelandang terbaik yang dimiliki Gli Azzurri, Daniele De Rossi hampir pasti dipastikan tidak bisa tampil menghadapi Jerman. De Rossi mengalami cedera otot yang membuatnya harus absen untuk beberapa hari. Gelandang AS Roma tersebut mendapatkan cederanya ketika Italia berhadapan dengan Spanyol di babak 16 besar Euro 2016.

Di laga yang dimenangi Italia dengan skor 2-0 tersebut, De Rossi hanya bisa bermain hingga menit ke-60 sebelum ditarik keluar karena cederanya semakin parah. Setelah menjalani pemeriksaan, De Rossi mengalami masalah pada otot kakinya. Dokter timnas Italia, Enrico Castelacci mengungkapkan jika De Rossi kemungkinan tak bisa diturunkan saat Gli Azzurri berhadapan dengan Jerman. Jika memaksakan, cedera De Rossi bisa semakin parah.

“Kami telah melakukan berbagai macam cara untuk bisa menyembuhkannya tepat waktu. Namun, waktu kami semakin habis. Kami tidak ingin mengambil resiko di pertandingan nanti,” ujar Enrico Castelacci.

Absennya De Rossi tentu menjadi kehilangan besar bagi timnas Italia. Sebelum Euro berlangsung, De Rossi sebenarnya hanya masuk dalam daftar tunggu skuad Italia untuk Euro 2016 karena belum fit 100%. Namun karena gelandang-gelandang andalan Italia banyak yang mengalami cedera, Antonio Conte akhirnya memasukkan nama De Rossi ke dalam daftar 23 nama skuad resmi Italia.

Dari kabar yang beredar posisi Daniele De Rossi akan ditempati oleh gelandang Lazio, Marco Parolo. Parolo yang selalu bermain penuh di empat pertandingan Italia di Euro 2016 ini akan ditempatkan sebagai gelandang jangkar. Sementara posisi Parolo sendiri akan ditempati oleh gelandang Juventus, Stefano Sturaro. Namun ada kabar baik yang berhembus jelang laga melawan Jerman.

Winger Lazio, Antonio Candreva sudah siap diturunkan di pertandingan nanti. Sebelumnya, Candreva absen di laga melawan Spanyol karena mengalami cedera hamstring. Pelatih Italia, Antonio Conte harus bisa memanfaatkan pemain yang ada untuk menggantikan peran De Rossi. Sebelumnya Italia sudah kehilangan beberapa gelandang andalan bahkan sebelum ajang Euro 2016 berlangsung. Nama-nama seperti Claudio Marchisio, Marco Veratti dan Ricardo Montolivo gagal berangkat ke Perancis karena cedera.

Chelsea Siapkan 40 Juta Euro untuk Batshuayi

Berita Transfer : Chelsea Siapkan Dana Besar untuk Batshuayi

Chelsea Siapkan 40 Juta Euro untuk Batshuayi

Chelsea Siapkan 40 Juta Euro untuk Batshuayi

Bursa transfer musim panas yang bertepatan dengan Euro 2016 membuat banyak klub besar Eropa memilih untuk mengirimkan scouting coach untuk memantau bakat-bakat baru yang bersinar di perhelatan empat tahunan tersebut. Salah satu pemain yang menarik banyak perhatian adalah penyerang muda timnas Belgia, Michy Batshuayi.

Penyerang yang menyumbang satu gol saat Belgia menggilas Republik Irlandia di fase grup tersebut menjadi incaran banyak klub Eropa. Klub-klub besar seperti Chelsea, Juventus dan PSG, serta klub-klub papan tengah Premier League seperti West Ham United dan Crystal Palace berlomba-lomba untuk mendapatkan tandan tangan pemain Marseille tersebut.

Belakangan muncul kabar jika Marseille telah setuju untuk menjual Batshuayi ke Crytal Palace dengan nilai transfer sebesar 38 juta Euro. Namun kabar tersebut ternyata tak sepenuhnya benar. Mendengar Chelsea yang serius ingin membelinya, Batshuayi langsung menerima permintaan Chelsea untuk melakukan tes medis.

Seperti di beritakan bahwa Batshuayi akan diberi dispensasi untuk menjalani tes medis bersama dengan Chelsea jelang babak perempat final Euro 2016 Perancis. Jika berhasil menjalani tes medis, Batshuayi akan segera dikontrak oleh Chelsea selama lima tahun dengan nilai transfer mencapai 40 juta Euro.

Batshuayi yang mencetak 17 gol di ajang Ligue 1 musim lalu akan menjadi pemain termahal sepanjang sejarah yang pernah dijual Marseille ke klub lain. Batshuayi akan memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Didier Drogba pada tahun 2004 silam.

Michy Batshuayi memang menjadi talenta muda Belgia yang paling bersinar saat ini. Di usia yang baru menginjak 22 tahun, Batshuayi sudah berhasil bersaing dengan penyerang-penyerang kelas wahid di Ligue 1 seperti Zlatan Ibrahimovic, Edinson Cavani hingga Alexandre Lacazette.

Jika berhasil mendatangkan Batshuayi, maka opsi lini depan Chelsea semakin berlimpah. Musim lalu, Chelsea memang bermasalah dengan lini depan. Lini depan yang mandul membuat Chelsea sempat terperosok ke papan bawah klasemen Premier League.

Musim 2016/2017 depan, Chelsea akan ditangani oleh pelatih timnas Italia di Euro 2016, Antonio Conte. The Blues sendiri menargetkan menjadi juara di ajang Premier League musim 2016/2017 mendatang.

Euro 2016 : Hasil Pertandingan Inggris vs Islandia

Review Pertandingan Inggris vs islandia

Review Pertandingan Inggris vs islandia

Kejutan besar terjadi di babak 16 besar Euro 2016 Perancis. Salah satu tim unggulan di turnamen kali ini, Inggris, secara mengejutkan mengalami kekalahan dari Islandia dengan skor tipis 2-1. Sempat unggul cepat lewat gol penalti Wayne Rooney, Inggris harus tertunduk setelah Islandia berhasil mencetak dua gol balasan yang tak bisa dikejar oleh The Three Lions.

Bagi Inggris, ini adalah untuk kesekian kalinya mereka gagal di turnamen besar. Sejak menjuarai Piala Dunia 1966 silam, Inggris selalu gagal meraih trofi di turnamen besar. Sementara itu, bagi Islandia kemenangan ini menjadi kemenangan bersejarah bagi mereka. Kemenangan tersebut membuat Islandia mengukir sejarah untuk pertama kalinya melaju hingga babak perempat final turnamen besar.

Dalam pertandingan ini, Roy Hodgson kembali memasang Harry Kane di lini depan Inggris setelah dalam pertandingan sebelumnya posisinya digantikan oleh Jamie Vardy. Sementara kapten tim, Wayne Rooney bermain lebih ke tengah bertindak untuk mengatur serangan. Sementara Islandia sendiri bertumpu pada gelandang Swansea yang sudah malang melintang di Premier League, Gylfi Sigurdsoon.

Inggris langsung memimpin ketika laga baru berjalan 4 menit. Wayne Rooney berhasil membuka keunggulan Inggris melalui titik putih setelah wasit memberikan hadiah tendangan penalti. Inggris pun unggul 1-0 atas Islandia. Namun, keunggulan Inggris tak bertahan lama. Semenit kemudian, berawal dari lemparan ke dalam Islandia berhasil menyamakan kedudukan lewat gol yang dicetak oleh Ragnar Siguerdsson.

Tak berselang lama, tepatnya di menit ke-19, Islandia berbalik unggul ketika Kolbeinn Sigthorsson sukses memperdaya Joe Hart. Islandia pun menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1. Di babak kedua Inggris mencoba keluar menyerang. Untuk menambah daya gedor, Inggris memasukkan Jamie Vardy dan Marcus Rashford. Namun, solidnya organisasi pertahanan Islandia membuat Inggris sangat kesulitan untuk menciptakan peluang.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 untuk keunggulan Inggris tetap tak berubah. Hasil membuat Inggris gagal mematahkan prediksi, untuk kesekian kalinya Inggris kembali gagal di turnamen besar. Skuad bertabur bintang Inggris harus bertekuk lutut di hadapan kolektivitas pemain Islandia. Bagi Islandia, kemenangan atas Inggris ini cukup bersejarah karena mengantar mereka untuk pertama kalinya ke babak perempat final Piala Eropa. Di babak perempat final nanti, Islandia akan bertemu dengan tuan rumah Perancis.

Review Pertandingan Jerman vs Slovakia

Euro 2016 : Hasil Pertandingan Jerman vs Slovakia

Review Pertandingan Jerman vs Slovakia

Review Pertandingan Jerman vs Slovakia

Jerman tampil dominan di babak 16 besar Euro 2016 Perancis setelah mengalahkan Slovakia dengan skor meyakinkan 3-0. Jerman membuka keunggulan lewat Jerome Boateng di menit-menit awal pertandingan. Jelang babak pertama usai, Jerman menambah keunggulan lewat Mario Gomez. Julian Draxler menyempurnakan kemenangan Jerman lewat golnya di babak kedua.

Tampil kurang menggigit di fase grup, Der Panser ingin membuktikan diri sebagai calon terkuat juara Piala Eropa 2016. Pelatih Jerman, Joachim Low menurunkan skuad utamanya, minus Mario Gotze yang posisinya digantikan oleh Julian Draxler.

Sejak pertandingan babak pertama dimulai, Jerman langsung terlihat tampil dominan. Lewat Toni Kroos dan Mesut Ozil, Jerman dengan mudah menguasai ball possession. Gol yang dinanti-nanti publik Jerman pun akhirnya tercipta di menit ke-8. Berawal dari sepak pojok Toni Kroos, kemelut terjadi di depan gawang Slovakia. Bola kemudian jatuh ke kaki Jerome Boateng yang langsung melepaskan tendangan voli keras untuk menggetarkan jala gawang Slovakia.

Jerman sebenarnya bisa memperbesar keunggulan setelah wasit memberi hadiah penalti. Namun sayang , eksekusi penalti Mesut Ozil gagal menembus gawang Slovakia
Dua menit jelang turun minum, Jerman mampu menggandakan keunggulan lewat Mario Gomez. Menerima umpan Julian Draxler dari sisi kiri, Gomez dengan mudah menceploskan bola ke gawang Slovakia. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan Jerman 2-0.

Di paruh kedua, Jerman masih memegang kendali permainan. Banyak peluang tercipta dari kubu Jerman namun gagal dikonversi menjadi gol. Slovakia sendiri kesulitan menembus lini belakang Jerman yang tampil cukup apik di pertandingan ini. Jerman akhirnya bisa menambah keunggulan lewat Julian Draxler.

Julain Draxler yang bermain sangat baik, menyempurnakan penampilan impresifnya malam itu lewat golnya di menit ke-63. Gol Draxler tersebut membawa Jerman unggul 3-0 atas Slovakia. Hingga peluit tanda berakhirnya laga dibunyikan, skor 3-0 untuk keunggulan Jerman tetap tak berubah.

Kemenangan ini membuat Jerman melaju mulus ke babak perempat final Euro 2016. Namun anak asuhan Joachim Low tak boleh jumawa. Sebab, calon lawan yang akan dihadapi di babak 8 besar adalah tim kuat, antara Italia atau Spanyol.

Review Pertandingan Wales vs Irlandia Utara

Euro 2016 : Hasil Pertandingan Wales vs Irlandia Utara

Review Pertandingan Wales vs Irlandia Utara

Review Pertandingan Wales vs Irlandia Utara

Wales mencatatkan sejarah baru setelah berhasil melaju ke babak 8 besar Piala Eropa 2016. Hal ini terjadi setelah anak asuhan Chris Colemann tersebut berhasil mengalahkan Irlandia Utara dengan skor tipis 1-0. Wales harus berterima kasih kepada bek Irlandia Utara, Gary McAuley yang mencetak gol bunuh diri sekaligus memastikan kemenangan Wales.

Kemenangan ini menjadi sejarah baru bagi Wales yang untuk pertama kalinya berhasil lolos hingga babak 8 besar di turnamen besar empat tahunan ini. Kemenangan ini pun disambut dengan suka cita oleh para pemain, official dan para pendukung Wales yang hadir langsung di stadion.

Kepercayaan diri Gareth Bale cs. melambung tinggi setelah berhasi menjadi juara grup B, mengungguli Inggris. Wales pun yakin bisa mengalahkan saudara serumpunnya, Irlandia Utara, yang lolos ke babak 16 besar sebagai salah satu perinakt ketiga terbaik turnamen.

Namun ketika laga berlangsung, Irlandia Utara ternyata memberikan perlawanan sengit kepada Wales. Pelatih Irlandia Utara menginstruksikan para pemainnya untuk membatasi gerak Gareth Bale. Strategi ini ternyata cukup ampuh untuk menahan pergerakan Bale. Winger Real Madrid itupun lebih banyak terisolasi sepanjang babak pertama.

Peluang pertama justru datang dari kubu Irlandia Utara. Lewat serangan balik cepat, Stuart Dallas berhasil melepaskan tendangan mengarah ke gawang Wayne Hennesey. Wales balik menyerang lewat sepakan Aaron Ramsey. Namun sayang Ramsey telah terjebak offiside terlebih dahulu. Babak pertama ditutup dengan skor sama kuat 0-0.

Di babak kedua, Wales mulai bisa menguasai permainan. Gareth Bale yang terisolasi di babak pertama kini mulai bisa keluar dari penjagaan pemain-pemain Irlandia Utara. Gol yang ditunggu-tunggu pendukung Wales akhirnya tercipta di menit ke-75. Umpan silang Gareth Bale dari sisi sayap justru dibelokkan ke gawangnya sendiri oleh bek Irlandia Utara, Gary McAuley. Wales pun memimpin dengan skor 1-0.

Irlandia Utara berusaha keras untuk menyamakan kedudukan di sisa waktu yang ada. Namun, hingga pertandingan berakhir, skor 1-0 untuk keunggulan Wales tetap bertahan. Wales pun berhak melaju ke babak 8 besar Euro 2016. Di babak 8 besar atau perempat final nanti, Wales menunggu pemenang antara Belgia dan Hungaria.

Review Pertandingan Portugal vs Kroasia

Euro 2016 : Prediksi Pertandingan Kroasia vs Portugal

Review Pertandingan Portugal vs Kroasia

Review Pertandingan Portugal vs Kroasia

Duel antara dua tim kuda hitam akan tersaji di babak 16 besar Euro 2016 Perancis. Duel tersebut akan mempertemukan juara grup D, Kroasia dengan salah satu peringkat ketiga terbaik, Portugal. Pertandingan ini akan digelar di stadion Bolaert Dellelis, Minggu (26/6) dini hari. Pertemuan antara Kroasia dan Portugal di babak 16 besar bisa dibilang mengejutkan.

Kroasia yang berada satu grup dengan juara bertahan Spanyol ternyata mampu keluar sebagai pemuncak grup. Sementara Portugal yang masuk dalam kategori tim unggulan justru hanya bisa menempati peringkat ketiga terbaik.
Melihat peforma sepanjang perhelatan Euro kali ini, Kroasia tentu lebih diunggulkan. Kepercayaan diri Luka Modric cs. meningkat usai berhasil mengalahkan kandidat terkuat juara sekaligus sang juara bertahan, Spanyol.

Kemenangan atas Spanyol menjadi modal berharga bagi Kroasia di babak 16 besar. Namun, masalah tetap mendera kubu Kroasia. Dua pemain andalannya, Luka Modric dan Mario Mandzukic masih diragukan untuk tampil di pertandingan nanti. Di laga melawan Spanyol, kedua pemain tersebut tidak dimainkan.

Meski begitu, pilihan pemain Kroasia juga cukup berlimpah. Di lini depan masih ada nama Nikola Kalinic jika Mandzukic tidak bisa diturunkan. Di lini tengah, Kroasia juga bisa bertumpu pada Ivan Rakitic dan Matteo Kovacic jika Luka Modric belum bisa diturunkan. Lewat kekuatan lini tengahnya, Kroasia diprediksi akan lebih dominan dalam penguasaan bola.

Sementara itu Portugal yang harus bersusah payah untuk melaju ke babak 16 besar mulai menemukan bentuk permainan terbaiknya. Portugal akan berusaha sekuat tenaga untuk membukukan kemenangan pertama lewat babak 16 besar ini.

Hasil imbang 3-3 melawan Hungaria di babak grup menjadi ajang pembuktian kapten Portugal, Crisitiano Ronaldo. CR7 sempat dikritik sebab gagal menyarangkan gol di dua laga awal Portugal. Namun kini ketajaman Ronaldo telah kembali, dan dirinya yakin bisa memberikan kontribusi maksimal kepada timnas Portugal.

Kroasia harus mewaspadai betul pergerakan Cristiano Ronaldo. Kembali kran gol CR7 membuat lini pertahanan Kroasia harus lebih solid dan kompak. Jika berhasil meguasai lini tengah, satu tempat di babak 8 besar bisa menjadi milik Kroasia.

Tottenham Hotspur Resmi Datangkan Victor Wanyama

Tottenham Hotspur Resmi Datangkan Victor Wanyama

Tottenham Hotspur Resmi Datangkan Victor Wanyama

Tottenham Hotspur Resmi Datangkan Victor Wanyama

Tottenham Hostspur menjadi salah satu klub Premier League yang cukup aktif dalam bursa transfer musim panas ini. Baru-baru ini, klub yang bermarkas di White Hart Lane tersebut resmi mendatangkan gelandang bertahan Victor Wanyama dari klub Southampton. Ini adalah pembelian pertama Tottenham Hotspurs jelang musim 2016/2017.

Lewat akun twitter resmi klub, Tottenham Hotspur mengumumkan pembelian Wanyama. Untuk mendapatkan tanda tangan Wanyama, Spurs harus merogoh kocek hingga 11 juta Pounds. Di White Hart Lane nanti, Victor Wanyama akan berreuni dengan pelatih Spurs, Mauricio Pochettino. Sebelumnya Pochettino dan Wanyama pernah saling bahu membahu di Southampton dua musim yang lalu.

Victor Wanyama menjadi tulang punggung Southampton dalam tiga musim terakhir di Premier League. Gelandang timnas Kenya ini turut membantu Southampton menjadi salah satu klub kuda hitam Premier League dalam tiga tahun terakhir. Kepiawaiannya bermain sebagai gelandang box-to-box membuat Wanyama banyak diincar klub elit Eropa.

Performa impresif pemain 24 tahun tersebut tak terlepas dari kejelian Mauricio Pochettino. Saat masih menukangi Southampton, Pochettino adalah orang yang melihat talenta spesial Wanyama. Wanyama pun akhirnya dibeli Soton dari Glasgow Celtic di awal musim 2013/2014 dengan biaya 12 juta Pounds. Harga yang cukup mahal mengingat usia yang masih muda dan nama yang masih terdengar asing saat itu.

Namun, berkat polesan Mauricio Pochettino dan bakat alami yang dimilikinya, Wanyama sukses menjadi salah satu gelandang terbaik di Premier League. Spurs pun cukup beruntung karena membeli Wanyama dengan harga yang lebih rendah dibandingkan saat Southampton membelinya dari Glasgow Celtic.

Di Tottenham Hotspurs, Victor Wanyama akan bisa mencicipi kerasnya Liga Champions Eropa. Spurs yang musim lalu finish di peringkat ketiga klasemen akhir Premier League berhak lolos langsung ke babak grup Liga Champions.

Persaingan di posisi gelandang bertahan di Tottenham Hotspur pun semakin sengit dengan kehadiran Victor Wanyama. Wanyama akan bersaing ketat dengan Eric Dier dan Mousa Dembele untuk mendapatakan satu tempat di skuad inti The Lily White. Kita tunggu saja aksi Victor Wanyama bersama dengan Tottenham Hotspurs di musim 2016/2017 nanti.

Dihujat Pendukung Inggris, Sterling Galau

Dihujat Pendukung Inggris, Sterling Galau

Dihujat Pendukung Inggris, Sterling Galau

Dihujat Pendukung Inggris, Sterling Galau

Timnas Inggris diterpa masalah internal yang bisa dibilang cukup pelik. Masalah itu datang dari winger muda Manchester City, Raheem Sterling. Mantan pemain Liverpool tersebut dikritik habis-habisan oleh para pendukung Inggris lewat social media. Akibatnya, mental Raheem Sterling sedikit terganggu. Kritikan kepada Sterling tak hanya datang dari social media tapi juga datang dari para pendukung Inggris di dalam stadion.

Saat Sterling bermain di dua laga awal Inggris saat menghadapi Russia dan Wales, Sterling menerima sorakan dan hujatan dari para pendukung Inggris di stadion. Secara tidak langsung hujatan tersebut mempengaruhi performa Sterling di lapangan. Penampilan Raheem Sterling di ajang Euro 2016 kali ini memang cukup memprihatinkan. Di laga pembuka melawan Russia, Sterling gagal memberikan kontribusi maksimal kepada The Three Lions.

Di laga kedua melawan Wales, Sterling ditarik di babak kedua digantikan oleh Daniel Sturridge. Di laga ketiga melawan Slovakia, Sterling bahkan tidak diturunkan. Menurut kabar, hujatan yang diterimanya dari para pendukung timnas Inggris membuat mental Sterling benar-benar terganggu. Sterling bahkan harus berkonsultasi dengan dokter psikologi timnas Inggris untuk membicarakan hal tersebut. Hal ini tentu menjadi permasalahan tersendiri bagi kubu Inggris.

Namun, pelatih Inggris, Roy Hodgson mengaku yakin jika Sterling bisa bangkit dan mengatasi masalahnya tersebut. Hodgson juga membela anak asuhnya tersebut. Dia yakin Sterling akan kembali menunjukkan performa terbaiknya di waktu dekat ini.

“Sungguh mengecewakan mengetahui hal ini. Sterling telah berusaha sekuat tenaga untuk memberikan kontribusi maksimal kepada tim. Pemain muda seperti Sterling harus berjuang untuk mencapai puncak karirnya. Sterling adalah pemain muda berkualitas dan saya percaya padanya,” ujar Hodgson kepada awak media.

Sterling menjadi pemain Inggris termahal di Premier League setelah Manchester City membelinya dari Liverpool di awal musim 2014/2015. Sterling sering dihujat dan dianggap sebagai pemain mata duitan. Tak heran jika banyak pendukung Inggris yang membencinya. Sterling masih memiliki kesempatan untuk membungkam para pembencinya. Caranya dengan menunjukkan performa terbaiknya bersama Inggris di fase knock out Euro 2016 Perancis. Jika masih gagal menunjukkan performa terbaiknya, bukan tidak mungkin hujatan bertubi-tubi akan berlanjut di tanah airnya nanti.