Gelar DFB Pokal jadi Kado Perpisahan Guardiola

Gelar DFB Pokal jadi Kado Perpisahan Guardiola

Gelar DFB Pokal jadi Kado Perpisahan Guardiola

Bayeen Munich

Setelah melewati pertarungan sengit selama 120 menit plus drama adu penalti, Bayern Munchen akhirnya sukses mengalahkan Borussia Dortmund di final DFB Pokal 2016. Berkat kemenangan tersebut, Bayern sukses mempertahankan gelar DFB Pokal.

Kemenangan ini menjadi juga kado perpisahan bagi pelatih Bayern Munchen, Pep Guardiola yang menjalani laga terakhirnya bersama FC Holywood. Musim depan, Pep akan menangani tim Premier League, Manchester City. Laga antara Bayern Munchen dan Borrusia Dortmund kerap disebut sebagai Der Klassiker. Ini karena dua klub tersebut merupakan dua klub tersukses dari Jerman.

Di final DFB Pokal 2016 ini, sekali lagi Bayern Munchen bertemu dengan Borussia Dortmund. Dortmund yang berpuasa gelar major selama empat musim beruntun mencoba meraih kemenangan di laga final ini. Pelatih Dortmund, Thomas Tuchel menurunkan skuad terbaiknya, termasuk Marco Reus, Pierre-Emerick Aubameyang dan Shinji Kagawa. Sementara Pep Guardiola mengandalkan Thomas Muller dan Robert Lewandowski.

Di babak pertama, Bayern memiliki peluang melalui Douglas Costa. Namun, tendangan Costa masih bisa diantisipasi oleh penjaga gawang Dortmund, Roman Burki. Sementara peluang terbaik Dortmund berasal dari Aubameyang. Babak pertama ditutup dengan skor imbang 0-0.

Di babak kedua Bayern dan Munchen sama-sama memiliki beberapa peluang berbahaya. Namun, hingga paruh kedua berakhir, skor 0-0 tetap tak berubah. Pertandingan pun harus dilanjutkan ke babak extra time.

Di babak extra time skor tanpa gol juga tetap tak berubah, maka dari itu, pertandingan harus dilanjutkan ke babak adu penalti. Dua penendang pertama dari kedua klub berhasil mencetak gol. Drama terjadi ketika penendang kedua Dortmund, Sven Bender gagal menjebol gawang Neuer. Sementara penendang kedua Munchen sukses mengeksekusi penalti.

Penendang ketiga Dortmund dan Munchen sama-sama gagal. Sedangkan penendang keempat kedua tim sama-sama berhasil mencetak gol. Penendang terakhir Dortmund, Marco Reus sukses mencetak gol. Untuk keluar sebagai pemenang, penendang kelima Munchen, Douglas Costa harus bisa mencetak gol. Costa pun melakukan tugasnya dengan baik dan berhasil menjadi penentu kemenangan Munchen atas Dortmund.

Trofi juara DFB Pokal ini merupakan persembahan terakhir Pep Guardiola kepada Bayern Munchen. Selama 3 musim membela Munchen, Pep mengantarkan Die Bavarian juara Bundesliga dalam tiga musim berturut-turut.

Bendera Catalan Dilarang, Barcelona Geram

Bendera Catalan Dilarang, Barcelona Geram

Bendera Catalan Dilarang, Barcelona Geram

Bendera Catalonia

Ketegangan terjadi jelang laga final Copa Del Rey yang mempertemukan Barcelona dan Sevilla di stadion Mestalla. Penyebabnya adalah pelarangan bendera Catalan masuk stadion saat pertandingan final berlangsung. Penyelenggara melarang pendukung Barcelona membawa bendera Catalan yang dianggap sebagai lambang pemberontakan dari Spanyol.

Reaksi keras dari kubu Barcelona langsung menyeruak usai pelarangan tersebut. Menurut kubu La Blaugrana, pelarangan itu sangat konyol. Offisial Barcelona akan sekuat tenaga untuk melawan pelarangan tersebut. Selama ini, bendera Catalan memang sering muncul ketika Barcelona sedang bertanding.

Di final Copa Del Rey tahun lalu, bendera Catalan juga muncul. Akibatnya, Barcelona dihukum oleh UEFA. UEFA sebagai otoritas tertinggi sepakbola di Eropa memang dengan tegas melarang lambang atau simbol politik muncul dalam sebuah pertandingan. Pelarangan bendera Catalan di final nanti atas prakarsa pemerintah Spanyol.

Kubu Barcelona langsung memberikan tanggapan terhadap pelarangan tersebut. Menurutnya, pelarangan tersebut adalah penyerangan terhadap kebebasan berekspresi. Dalam sebuah rilisan pers, Barcelona pun menanggapi hal tersebut.

“Dilarangnya bendera Catalan menurut pandangan kami adalah sebuah serangan terhadap kebebasan berkespresi dan kebebasan mengeluarkan ide dan opini secara bebas. Kami akan selalu melindungi cara berekspresi dari para pendukung kami yang selalu menunjukkan rasa hormat dan kemanusiaan yang tinggi,”

Jika pelarangan tersebut terus berlanjut, Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu mengancam tidak akan menghadiri pertandingan final tersebut. Bartomeu melakukan hal tersebut sebagai bentuk protes terhadap pemerintah Spanyol yang dianggap sewenang-wenang. Offisial Barca sendiri juga sudah mengajukan banding terhadap pelarangan tersebut.

Melalui pengacaranya, Barcelona sudah mengajukan banding ke pengadilan Madrid mengenai hal tersebut. Dalam statement resmi klub, kubu Barcelona akan berusaha keras untuk melindungi para pendukungnya dalam rangka kebebasan berpendapat dan kebebasan berekspresi.

Bagi pemerintah Spanyol, bendera Catalan yang bernama Estelades dianggap sebagai sebuah bentuk penghinaan kepada kedaulatan Spanyol. Selama ini, bendera Estelades memang kerap diasosiasikan dengan simbol pemberontakan. Sudah lama Catalan ingin keluar dari Spanyol. Hal itulah yang membuat pemerintah Spanyol tidak ingin melihat ada bendera Catalan yang muncul di final Copa Del Rey nanti.

Louis van Gaal Yakin Bertahan di United Musim Depan

Louis van Gaal Yakin Bertahan di United Musim Depan

Louis van Gaal Yakin Bertahan di United Musim Depan

Louis van Gaal

Pelatih Manchester United, Louis van Gaal yakin dirinya masih akan menjadi arsitek Setan Merah musim depan. Hal ini ditegaskan mantan pelatih Barcelona tersebut di depan awak media usai laga antara Manchester United dan Bournemouth. Di laga itu sendiri, United berhasil menang dengan skor 3-1.

Meski menang, United tetap gagal menggeser Manchester City di peringkat keempat untuk meraih jatah tiket terakhir Liga Champions. Kedua tim memiliki poin yang sama, namun City unggul jauh dalam agresifitas gol. United pun harus puas finish di peringkat kelima dan hanya bisa bermain di Europa League musim depan.

Dalam konfrensi pers usai laga, Van Gaal menegaskan dirinya masih akan menjadi pelatih United musim depan. Dia percaya bahawa manajemen United akan mempertahankannya. Van Gaal bahkan menjanjikan trofi Premier League musim depan jika kembali dipercaya mengarsiteki Wayne Rooney cs.

“Ya, saya akan tetap berada di sini musim depan, itu karena saya menandatangani kontrak selama 3 tahun. Musim depan, saya yakin jika United bisa bersaing dalam perebutan gelar juara Premier League,” kata mantan arsitek timnas Belanda tersebut.

Kepercayaan diri Louis van Gaal untuk tetap bertahan di Old Tradford ternyata tak sejalan dengan keinginan para pendukung Setan Merah. Di laga melawan Bournemotuh, banyak pendukung United yang meneriaki Louis van Gaal. Teriakan bernada kecaman tersebut diberikan para pendukung United sepanjang laga. Mayoritas pendukung United memang ingin agar pelatih Belanda tersebut dipecat dari kursi pelatih United.

Sejak menangani Manchester United menaggantikan David Moyes, prestasi van Gaal memang tak terlalu mentereng. Musim lalu, Manchester United di bawah van Gaal hanya bisa finish di peringkat keempat klasemen akhir Premier League. Musim ini lebih buruk karena United hanya bisa bercokol di peringkat kelima klasemen akhir.

Jika Louis van Gaal benar-benar didepak dari Old Tradford sudah ada nama calon pengganti. Nama terdepan yang santer dikabarkan untuk menggantikan Louis van Gaal adalah pelatih Portugal, Jose Mourinho. Mantan pelatih Real Madrid dan Chelsea tersebut bahkan dipercaya sudah melakukan perjanjian pra kontrak dengan manajemen United.

Chelsea dan Leicester Berbagi Angka di Stamord Bridge

Chelsea dan Leicester Berbagi Angka di Stamord Bridge

Chelsea dan Leicester Berbagi Angka di Stamord  Bridge

Chelsea vs Leicester City

Juara Premier League musim ini, Leicester City harus melawat ke kandang juara musim lalu, Chelsea, dalam pekan terakhir Premier League Inggris. Pertandingan yang digelar di Stamford Bridge tersebut berakhir dengan skor imbang 1-1. Chelsea memimpin terlebih dahulu melalui sepakan Cesc Fabregas. Tim tamu sendiri mampu menyamakan kedudukan di penghujung babak kedua lewat Danny Drinkwater.

Sebelum lagi dimulai, para punggawa Chelsea memberikan penghormatan kepada pemain Leicester City berupa Guard of Honor. Penghormatan juga diberikan kepada pelatih Leicester, yang juga pernah melatih Chelsea, Claudio Ranieri.

Pertandingan ini juga menjadi pertandingan terakhir Guss Hiddink sebagai pelatih Chelsea. Pelatih Belanda tersebut menjadi pelatih Chelsea menggantikan Jose Mourinho yang diberhentikan di akhir 2015 lalu. Musim depan, Chelsea akan dilatih oleh pelatih asal Italia, Antonio Conte.

Tuan rumah mengawali pertandingan dengan kepercayaan diri yang cukup tinggi. Peluang pertama Chelsea didapat dari tendangan Cesc Fabregas. Namun, kesigapan penjaga gawang Leicester, Kasper Schmeicel membuat gawng tim tamu tetap aman.

Leicester sendiri bukan tanpa peluang. Peluang terbaik Leicester City tercipta di menit ke-32 melalui Jamie Vardy. Lepasa dari pengawalan lini belakang Chelsea, Vardy tinggal berhadapan dengan hibaut Courtois. Namun sayangnya, tendangan Vardy masih menyamping dari gawang The Blues. Skor imbang tanpa gol pun menutup paruh pertama pertandingan.

Usai turun minum, pertandingan berjalan cukup seru. Kedua tim tak ragu untuk saling jual beli serangan. Chelsea akhirnya bisa mencetak gol di menit ke-66 melalui gol penalti Cesc Fabregas. Hadiah penalti tersebut diberikan usai Nemanja Matic dijatuhkan di kotak terlarang oleh John Schullp.

Beberapa menit jelang pertandingan berakhir, Leicester mampu mencetak gol penyama kedudukan. Adalah gelandang timnas Inggris, Danny Drinkwater yang sukses menggetarkan jala gawang Chelsea yang dijaga oleh Thibaut Courtois. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tetap bertahan.

Hasil imbang ini membuat Leicester kokoh di puncak klasemen akhir Premier League unggul bersih 10 angka dari peringkat kedua Arsenal. Sementara bagi Chelsea, hasil imbang ini menempatkan mereka di posisi ke-10 klasemen akhir Premier League Inggris di bawah Stoke City.

Alvaro Morata jadi Rebutan Klub Elit Eropa

Alvaro Morata jadi Rebutan Klub Elit Eropa

Alvaro Morata jadi Rebutan Klub Elit Eropa

Alvaro Moratta

Real Madrid nampaknya akan kembali membeli Alvaro Morata dari Juventus. Penampilan impresif Morata selama dua musim membela Juventus membuat kubu El Real ingin memulangkan pemain tersebut. Dalam klausul perjanjian kontrak dengan Juve, Madrid memang berhak membeli kembali Alvaro Morata dari juara Serie A itu.

Namun, dikabarkan Morata dibawa pulang bukan untuk memperkuat Real Madrid, tapi untuk dijual kembali. Buy-back clause dari Juventus senilai 23 juta Euro akan diaktifkan Madrid untuk memulangkan penyerang binaannya tersebut. Setelah itu, El Real berencana menjual Morata dengan harga 40 juta Euro lebih.

Sejak tampil menawan bersama dengan Juventus dalam dua musim terakhir, banyak klub yang tertarik untuk memboyong Morata. Beberapa klub seperti Manchester United, Arsenal, Chelsea dan Paris Saint Germain sudah antri untuk mendapatkan tanda tangan pemain timnas Spanyol ini.

Manchester United menjadi klub terdepan dalam perburuan Morata. Hubungan baik dengan Real Madrid menjadi senjata Setan Merah untuk mendaratkan Morata ke Old Tradford. Apalagi, jika nanti Jose Mourinho jadi melatih United, peluang Morata untuk pindah ke Theater of Dreams semakin terbuka lebar. United bisa memanfaatkan kedekatan Mou yang pernah menjadi bos Morata semasa di Real Madrid.

Selain United, Chelsea juga mempunyai peluang yang besar untuk mendapatkan penyerang 23 tahun ini. Pelatih baru Chelsea musim depan asal Italia, Antonio Conte akan memaksimalkan koneksinya dengan Juventus untuk memboyong Morata ke Stamford Bridge. Chelsea memang benar-benar membutuhkan penyerang baru untuk mengganti Diego Costa yang mengecewakan.

Beberapa klub lain juga tertarik untuk membeli Morata, seperti Napoli dan juga juara Premier League Inggris musim ini, Leicester City. Leicester berupaya untuk menambah kekuatan jelang musim 2016/2017 dimana mereka akan ikut ambil bagian dalam Liga Champions Eropa.

Kegemilangan Alvaro Morata bersama Juventus memang patut diacungi jempol. Meski bukan menjadi pilihan utama, Morata mampu membuktikan diri sebagai penyerang kelas dunia baik di liga Italia maupun Liga Champions. Tak mengherankan jika banyak klub tertarik untuk merekrutnya. Kita tunggu saja siapa klub beruntung yang akan mendapatkan tanda tangan Alvaro Morata di bursa transfer musim panas nanti.

PSG Gagal Kalahkan Bordeaux

PSG Gagal Kalahkan Bordeaux

PSG Gagal Kalahkan Bordeaux

Psg vs Bordeaux

Paris Saint Germaing kembali gagal meraih hasil sempurna saat bertanding melawan Bordeaux di laga tengah pekan Ligue 1 Perancis. Bertindak sebagai tim tamu, PSG sempat unggul melalui sundulan penyerang Swedia, Zlatan Ibrahimovic. Namun, tuan rumah mampu menyamakan kedudukan lewat sepakan Nicolas Pallois.

Hasil imbang ini memang tak terlalu berpengaruh untuk PSG yang sudah dipastikan menjadi jawara Ligue 1 Perancis beberapa pekan yang lalu. Namun, pelatih PSG, Laurent Blanc tak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap penampilan anak asuhnya yang terlihat melempem di pertandingan tersebut.

Meski sudah menjadi juara Ligue 1 musim ini, PSG tetap mengincar poin penuh atas tuan rumah Bordeaux. Blanc tetap menurunkan skuad terbaiknya, termasuk trisula Ibrahimovic, Edinson Cavani dan Angel Di Maria. Di babak pertama, PSG langsung mendominasi permainan. Peluang pertama PSG didapat oleh Alex Rabiot. Namun sayang, tendangan Rabiot masih melebar di sisi gawang.

PSG juga menciptakan beberapa peluang berbahaya di babak pertama. Tapi, hingga paruh pertama berakhir, skor imbang tanpa gol tetap bertahan. Di babak kedua, PSG kembali mengambil inisiatif serangan. Agresifitas Le Parisien akhirnya terbayar ketika di menit ke-55, Zlatan Ibrahimovic sukses menjebol gawang Bordeaux.

Menerima umpan silang Angel Di Maria, Ibra Kadabra sukses menggetarkan gawang Bordeaux dengan sundulannya. Tim tamu pun unggul dengan skor 0-1. Tertinggal satu gol membuat Bordeaux lebih berani tampil menyerang. Hasilnya, sekitar sepuluh menit usai gol Ibrahimovic, tuan rumah berhasil mencetak gol lewat sepakan Nicolas Pallois.

Tak ingin laga berakhir dengan hasil imbang, PSG berupaya untuk mengejar ketertinggalan. Upaya PSG mengalami kebuntuan, apalagi ketika Zlatan Ibrahimovic harus ditarik keluar lapangan usai menderita cedera. Hingga pertandingan usai, skor imbang 1-1 tetap bertahan. PSG pun harus puas dengan tambahan satu poin dari kandang Bordeaux.

Hasil ini tak terlalu berpengaruh terhadap posisi PSG di klasemen. Namun, Laurent Blanc cukup was-was karena penyerang andalannya, Zlatan Ibrahimovic mengalami cedera di pertandingan tersebut. Kapten Swedia tersebut pun terancam gagal tampil di ajang Euro 2016 Perancis bulan Juni nanti.

Laga Emosional Antara West Ham dan Manchester United

Laga Emosional Antara West Ham dan Manchester United

Laga Emosional Antara West Ham dan Manchester United

WestHam vs Manchester United

Upaya Manchester United untuk meraih tiket Liga Champions musim depan terbuka lebar usai Manchester City hanya bisa bermain imbang 2-2 dengan Arsenal. Hasil tersebut membuat perolehan poin Manchester City yang ada di peringkat keempat terhenti di angka 65, beda dua poin saja dengan United yang berada tepat di bawahnya.

Anak asuhan Louis van Gaal bisa menggeser City bila dini hari nanti mampu mengalahkan tuan rumah West Ham United. Dalam laga tengah pekan tersebut, United harus melawat ke kandang West Ham United, Upton Park. The Hammers sendiri bukanlah tim yang mudah dikalahkan. Musim ini, anak asuhan Slaven Bilic tersebut mampu membuat kejutan dengan sanggup bertengger di papan atas Liga Inggris.

Pertandingan kali ini juga merupakan momen spesial bagi kubu West Ham. Pasalnya, laga melawan United adalah laga terakhir mereka di Upton Park. Musim depan, Dmitri Payet cs. akan menggunakan stadion Olimpiade London untuk pertandingan kandang mereka. Sebagai salam perpisahan kepada Upton Park, anak-anak West Ham tentu ingin meraih kemenangan di laga tersebut.

Namun United tak gentar dengan motivasi tinggi dari kubu West Ham tersebut. Menurut pelatih Manchester United asal Belanda, Louis van Gaal, para pemainnya siap bermain dengan sepenuh hati demi meraih tiket Liga Champions musim depan.

“Kami mempunyai hormat yang sangat tinggi kepada West Ham United. Laga nanti akan menjadi laga yang emosional bagi mereka. Kami tidak ingin mengganggu pesta mereka, tapi kami butuh tiga poin dari laga ini. Para pemain akan memberikan segalanya di pertandingan ini,” ungkap mantan arsitek Barcelona tersebut.

The Red Devils masih belum bisa diperkuat oleh penyerang muda andalan mereka, Anthony Martial. Penyerang timnas Perancis tersebut masih mengalami cedera dan baru bisa diturunkan akhir pekan nanti ketika Manchester United bermain di Old Trafford. Untuk mengisi tempat Martial, Louis van Gaal akan memasang Andres Lindgard atau Adnan Marchus Rashford.

Kedua tim sama-sama memiliki motivasi yang tinggi di pertandingan nanti. Tuan rumah ingin memberikan kado perpisahan yang manis di laga terakhirnya di Upton Park. Sementara itu, tim tamu sangat bernafsu untuk meraih satu tiket ke Liga Champions musim depan.

Pesepakbola Kamerun Tewas di Lapangan

Pesepakbola Kamerun Tewas di Lapangan

Pesepakbola Kamerun Tewas di Lapangan

Patrick Ekeng

Insan sepakbola Eropa dan dunia kembali berduka. Salah seorang pemain Liga Rumania, Patrick Ekeng tewas setelah sebelumnya tak sadarkan diri di tengah lapangan. Ekeng yang bermain untuk klub Rumania, Dinamo Buchuresti, tergeletak tak sadarkan diri usai bermain beberapa menit. Saat dibawa ke rumah sakit dengan mobil ambulance, nyawa pemain asal Kamerun tersebut sudah tak bisa diselamatkan lagi.

Ekeng yang baru berusia 26 tahun, masuk di babak kedua ketika Dinamo Buchuresti berhadapan dengan Viitorul Constanta. Baru beberapa menit berada di lapangan, Patrick Ekeng kemudian jatuh tersungkur tak sadarkan diri. Para pemain dan official langsung memberikan pertolongan kepada Ekeng. Karena dianggap sangat serius, Ekeng pun kemudian dibawa dengan mobil ambulance menuju rumah sakit terdekat.

Namun sayang, dalam perjalanan menuju rumah sakit, nyawa mantan pemain Cordoba tersebut sudah tak bisa diselamatkan. Dari informasi yang didapatkan, tak ada alat bantu medis di dalam mobil ambulance yang digunakan untuk mengangkut Patrick Ekeng ke rumah sakit. Oleh karena itulah, nyawa pemain yang berposisi sebagai gelandang tersebut tak terselamatkan.

Kubu Dinamo Buchuresti sendiri mengkonfirmasi kabar kematian Patrick Ekeng melalui akun media sosialnya, yang berbunyi; “Malam ini Dinamo kehilangan pesepakbola bernama Claude Patrick Ekeng selamanya. Seluruh tim Dinamo Buchuresti dan para fans berduka untuk keluarganya. Semoga Tuhan memberkati jiwanya”

Patrick Ekeng merupakan pemain asal Kamerun kelahiran 26 Maret 1990. Sejak usia muda dia sudah melanglang buana ke berbagai Negara Eropa. Negara yang pertama ditujunya adalah Perancis. Ekeng berkarir di Perancis selama empat tahun dimana dia memperkuat klub Le Mans.

Usai dari Perancis, Ekeng sempat memeperkuat beberapa klub seperti Cordoba (La Liga Spanyol) dan Lausanne Sport (Liga Swiss) sebelum hijrah ke Dinamo Buchuresti. Di Liga Rumania musim ini, Patrick Ekeng sudah bermain sebanyak sepuluh kali tanpa pernah mencetak gol.

Kematian Patrick Ekeng menambah panjang daftar pesepakbola yang meninggal di lapangan hijau. Sebelum Ekeng, ada nama Marc Vivien-Foe yang sama-sama berasal dari Kamerun yang meninggal saat memperkuat timnas Kamerun di ajang Piala Konfederasi melawan timnas Perancis. Semoga arwah Patrick Ekeng tenang di alam sana.

FA Hukum Chelsea dan Tottenham Hotspurs

FA Hukum Chelsea dan Tottenham Hotspurs

FA Hukum Chelsea dan Tottenham Hotspurs

Erik Lamela

Laga antara tuan rumah Chelsea dan tamunya Tottenham Hotspurs ternyata berbuntut panjang. Pertandingan yang memastikan Leicester City menjadi juara Premier league tersebut diwarnai banyak insiden yang melibatkan banyak sekali pemain. Hal itu membuat federasi sepakbola Inggris atau FA memberikan banyak hukuman kepada kedua tim, terutama beberapa pemain.

Pada laga yang digelar di Stamford Bridge tersebut, Chelsea berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua, setelah di babak pertama tertinggal dua gol. Pertandingan itu sendiri berakhir dengan skor imbang 2-2 dan memastikan langkah Leicester City untuk memenangi gelar Premier League Inggris musim 2015/2016.

Dalam rilisnya, FA menjatuhkan hukuman denda kepada Chelsea dan Tottenham Hotspurs yang dianggap tidak bisa mengatur para pemainnya hingga terjadi dua kali keributan di babak pertama dan babak kedua. Dalam pertandingan tersebut, Sembilan pemain Spurs menerima kartu kuning, yang merupakan rekor dalam ajang Premier League Inggris.

Hukum individu juga diberikan kepada gelandang Spurs asal Belgia, Mousa Dembele. Dalam rekaman video, gelandang bertahan tersebut terbukti mencolok mata Diego Costa saat terjadi keributan. FA menghukum Dembele dengan larangan bertanding sebanyak delapan laga.

Insiden antara Mousa Dembele dan Diego Costa tak terlihat oleh wasit yang memimpin pertandingan, Mark Clattenburg. Namun, dari hasil rekaman video, terlihat jelas bahwa Dembele mencolok mata dari penyerang Spanyol tersebut. Rekaman itulah yang dijadikan bukti oleh FA untuk menghukum Dembele. Kubu Spurs dan Dembele akan dipersilahkan jika ingin mengajukan banding.

Selain Dembele, pemain Spurs lain yang terancam dihukum adalah Erik Lamela. Pemain asal Argentina tersebut terlihat dengan senagaja menginjak tangan Cesc Fabregas. FA akan menyelidiki rekaman terkait sebelum menjatuhkan hukuman apa yang akan diberikan kepada Erik Lamela.

Bagi kubu Tottenham Hotspurs, hukuman ini menjadi pelengkap penderitaan mereka usai gagal menjadi juara Premier League. Peluang Spurs untuk menjuarai liga tetap terbuka jika mereka bisa mengalahkan Chelsea. Namun sayang, anak asuhan Mauricio Pochettino hanya bisa bermain imbang dengan skor 2-2. Alhasil, Leicester City pun berhak menjadi juara Premier League Inggris musim 2015/2016.

Usai Pastikan Gelar, Leicester City Banjir Pujian

Usai Pastikan Gelar, Leicester City Banjir Pujian

Usai Pastikan Gelar, Leicester City Banjir Pujian

Leicester City

Terjawab sudah siapa yang akan memenangi gelar Premier League musim 2015/2016. Lewat musim yang sangat dramatis dan tanpa diduga, Leicester City berhasil keluar sebagai pemenang dan resmi menyandang kampiun Premier League Inggris musim 2015/2016.

Kepastian ini didapat sesaat setelah Tottenham Hotspurs hanya bisa bermain imbang dengan Chelsea. Hasil imbang tersebut membuat perolehan nilai Leicester City tak akan bisa dikejar oleh Tottenham Hotspur yang ada di peringkat kedua.

Usai pertandingan Spurs dan Chelsea tersebut, para pemain dan staf Leicester City langsung berpesta pora untuk merayakan kemenangan mereka. Tak hanya para pemain dan staf, puluhan ribu pendukung The Fox juga turut serta dalam perayaan kemenangan ini.

Prestasi Leicester City musim ini memang sangat luar biasa. Tanpa diduga, anak asuhan Claudio Ranieri tersebut berhasil menjadi juara. Padahal, musim sebelumnya Leicester City hanya bisa berada di papan bawah klasemen akhir Premier League.

Kemenangan ini menjadi fenomena yang cukup unik dalam kancah persepakbolaan Eropa. Tak ayal, banyak sosok-sosok tenar sepakbola yang turut mengomentari keberhasilan Leicester City ini. Beberapa nama kawakan di tanah Italia seperti Allesandro Del Piero, Mario Balotelli dan kubu Inter Milan, menjadi yang paling gencar melemparkan pujian. Tak hanya bagi Leicester, tapi juga pelatih mereka yang berasal dari negeri Pizza, Claudio Ranieri.

“Kami mengucapkan selamat yang sebesar-besarnya kepada @LCFC dan terutama kepada pelatih kepala Claudio Ranieri. Selamat Claudio,” tulis kubu Inter Milan lewat cuitan di Twitter.

Para pengamat sepakbola juga tak ketinggalan memberikan ucapan selamat kepada Leicester City. Beberapa nama mantan pesepakbola yang kini menjadi pengamat, seperti Rio Ferdinand, Jamie Carragher dan Gary Lineker mengucapkan selamat kepada Leicester City atas kesuksesannya merengkuh gelar juara Premier League.

“Penghargaan yang luar biasa dalam dunia olahraga Britania Raya. Selamat Leicester City, juara Premier League Inggris,” ujar Rio Ferdinand lewat akun twitternya.

Kemenangan Leicester ini memang menjadi sebuah euphoria tersendiri di kalangan pecinta sepakbola Eropa dan juga dunia. Keberhasilan Leicester ini seperti sebuah dongeng yang sangat mustahil bisa terjadi. Selamat Leicester City!