Wenger peringatkan Guardiola takan sukses di EPL

Wenger peringatkan Guardiola takan sukses di EPL

Wenger peringatkan Guardiola takan sukses di EPL

Wenger peringatkan Guardiola takan sukses di EPL

Nama Guardiola memang menjadi fenomena kemana pun beritanya berhembus selalu menjadi pusat perhatian. Tak terkecuali atas kabarnya yang sangat menarik perhatian akhir-akhir ini setelah dirinya merampungkan kesepakatan dengan Manchester City untuk menukangi tim tersebut di musim depan. Setelah Guardiola resmi menjadi pelatih Manchester City, beragam komentar pun datang, bukan hanya dari kalangan kubu Guardiola namun juga dari kalangan rival yang merasa perlu mengutarakan pendapatnya atas kehadiran pelatih asal Spanyol ini.

Salah satu pelatih yang mengomentari  kepindahan Guardiola ini adalah Arsene Wenger yang notabene menjadi pengganjal City dalam memenangkan juara Liga Inggris di satu dekade terakhir. Wenger menyatakan bahwa Guardiola tidak akan mudah mendominasi Liga Inggris karena atmosfir dan jadwal Liga Inggris yang berbeda dengan Liga Spanyol dan Liga Jerman yang lebih mudah.

Di Inggris Wenger menilai bahwa atmosfernya sangat ketat semua tim berlomba untuk menjadi pemimpin klasemen. Sehingga hal ini bisa menjadi kejutan bagi Guardiola yang tidak terbiasa merasakan hal tersebut, di Liga Inggris semua tim besar tidak akan bisa memetik kemenangan dengan muda.

“Jika kita semua melihat apa yang terjadi di Liga Inggris musim ini, sangat sulit untuk mendapatkan kemenangan dengan prosentase yang tinggi, “ Ujar Wenger.

“Liga Inggris adalah liga yang sulit untuk konsisten di banding dengan liga lainnya,” tambah Wenger.

Atas dasar itulah Wenger menilai bahwa prestasi mentereng Guardiola selama menukangi Barcelona dan Bayern Munich tidak aka bisa menjadi acuan kesuksesan Guardiola menaklukan liga Inggris. Salah satunya bisa dilihat di papan klasemen sementara Liga Inggris musim ini, sang pemuncak klasemen Leicester City bukanlah tim besar namun tim kecil yang musim lalu nyaris degradasi. Semua pelatih di EPL harus waspada pada tim kecil yang berpotensi menjadi kejutan.

Ini akan menjadi pengalaman melatih Guardiola yang pertama dalam berkompetisi di liga yang kompetitif, Guardiola harus bisa membuktikan bahwa ia bisa menaklukan liga yang diisi banyak klub besar. Bukan hanya berjaya di Liga yang di dominasi hanya 1 atau 2 klub besar dalam setiap tahunnya.

Gol Bunuh Diri Pastikan Kemenangan Juventus

Gol Bunuh Diri Pastikan Kemenangan Juventus

Gol Bunuh Diri Pastikan Kemenangan Juventus

Gol Bunuh Diri Pastikan Kemenangan Juventus

Juventus terus menempel ketat pimpinan klasemen sementara Serie A, Napoli, setelah berhasil mengalahkan tamunya, Genoa dengan skor tipis 1-0. Tambahan 3 poin di pertandingan tersebut membuat Juve terus membayangi Napoli dengan perbedaan poin yang tipis, yaitu 2 poin.

Anak asuhan Maximiliano Allegri sendiri harus bersusah payah untuk menaklukkan Genoa di pertandingan yang digelar di Juventus Stadium tersebut. Satu-satunya gol di pertandingan tersebut tercipta dari gol bunuh diri bek Genoa, Sebastian De Maio.

Juventus tampil dengan kekuatan penuh di pertandingan tersebut. Allegri kembali menurunkan duet Paolo Dybala dan Alvaro Morata yang di pertandingan sebelumnya sukses membawa Juventus menang besar atas Cheivo. Dybala dan Morata akan disokong Marchisio, Padoin dan Paul Pogba dari lini kedua.

Pertandingan sendiri praktis dikuasai oleh tuan rumah. Sejak peluit tanda dimulainya pertandingan dibunyikan, Paul Pogba cs. langsung mengurung pertahanan Genoa. Lewat duet Dybala dan Morata, Juventus beberapa kali membuat peluang berbahaya di mulut gawang Genoa.

Gol Juventus akhirnya tercipta di menit ke-30 lewat gol bunuh diri pemain belakang Genoa, Sebastian De Maio. Berawal dari tusukan Juan Cuardado dari sisi kanan, bola lalu dikirimkan ke mulut gawang gawang dimana Paolo Dybala sudah menunggu. Namun bola justru dibelokkan ke gawang sendiri oleh Sebastian De Maio.

Skor 1-0 untuk keunggulan Juventus itu sendiri menutup babak pertama di Juventus stadium. Di babak kedua, Juventus mencoba untuk lebih aktif menyerang. Namun solidnya lini pertahanan Genoa dan kegemilangan Mattia Perrin di bawah mistar membuat belum ada gol yang tercipta bagi kubu tuan rumah.

Peluang terbaik Juve di babak kedua datang dari Simone Zaza yang masuk di babak kedua. Lolos dari jebakan offside, Zaza tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Perrin. Namun sayang, tendangan Zaza bisa dinatisipasi dengan oleh penjaga gawang muda Italia tersebut.

Di menit akhir pertandingan, Juventus harus bermain dengan 10 orang pemain setelah Simone Zaza mendapatkan kartu merah langsung karena melakukan tekel berbahaya kepada pemain Genoa. Skor 1-0 untuk keunggulan Juventus sendiri bertahan hingga peluit panjang dibunyikan wasit.

Kemenangan tipis ini terus menghidupkan peluang Juventus untuk meraih gelar Scudetto Italia untuk kali kelima secara beruntun. Untuk mewujudkannya, Juve harus bisa menggeser Napoli dari singgasana Serie A.

Menang Telak, Manchester United Stagnan di Peringkat Lima

Menang Telak, Manchester United Stagnan di Peringkat Lima

Menang Telak, Manchester United Stagnan di Peringkat Lima

Menang Telak, Manchester United Stagnan di Peringkat Lima

Manchester United akhirnya bisa kembali bangkit di ajang Premier League setelah meraih kemenangan atas tamunya, Stoke City dengan skor telak 3-0. Kemenangan itu tak terlalu berpengaruh terhadap posisi Setan Merah di klasemen. Wayne Rooney cs. masih tertahan di peringkat kelima klasemen sementara Premier League.

Wayne Rooney dan Anthony Martial menjadi bintang di pertandingan tersebut. Kedua pemain tersebut masing-masing menciptakan 1 gol dan 1 assist. Satu gol lain United dibukukan oleh Jesse Lindgard. Kemenangan ini patut disyukuri pelatih Manchester United, Louis van Gaal.

Beberapa pekan terakhir ini Louis van Gaal memang mendapatkan sorotan karena peforma United yang menurun. Bahkan tersiar kabar jika mantan pelatih Barcelona ini akan ditendang dari Old Tradford. Namun, hasil positif di laga melawan Stoke City bisa membuat van Gaal sedikit bernapas lega.

Van Gaal kembali menurunkan Wayne Rooney sebagai penyerang utama di pertandingan tersebut. Di belakang Rooney ada Anthony Martial, Juan Mata dan Jesse Lindgard. United sukses membuka keunggulan saat laga berjalan 14 menit lewat Jesse Lindgard

Menerima umpan silang Cameroon Johnson di sisi kanan pertahanan Stoke City, Jesse Lindgard yang tak terjaga berhasil melakukan diving header. Sundulan Jesse Lindgard itu pun berhasil menembus gawang Stoke City yang dijaga Jack Butland. Skor pun berubah menjadi 1-0 untuk tuan rumah.

Sepuluh menit berselang, United sukses menggandakan keunggulan. Kali ini lewat sepakan keras penyerang muda Perancis, Anthony Martial. Menerima umpan terukur Wayne Rooney, Martial langsung melepaskan tendangan keras yang tak bisa dihalau Jack Butland. Skor kembali berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan United.

Skor 2-0 untuk keunggulan Manchester United ini sendiri menutup babak pertama. Di babak kedua, Manchester United masih menguasai permainan. Babak kedua belum genap sepuluh menit, United kembali sukses mencetak gol.

Gol ketiga United ini dicetak oleh Wayne Rooney. Lewat kerja sama apik antara Juan Mata dan Anthony Martial, Rooney yang menerima umpan Martial dari sisi kiri dengan mudah menceploskan bola ke gawang Stoke City. Skor kembali berubah menjadi 3-0.

Di sisa waktu yang ada, tak ada gol lagi yang tercipta. Pertandingan pun ditutup dengan skor 3-0 untuk kemenangan tuan rumah. Tambahan tiga poin belum membawa United beranjak dari peringkat kelima klasemen sementara Premier League. United masih terpaut 10 angka dari pimpinan klasemen, Leicester City.

John Terry Takkan Pensiun di Stamford Bridge

John Terry Takkan Pensiun di Stamford Bridge

John Terry Takkan Pensiun di Stamford Bridge

John Terry Takkan Pensiun di Stamford Bridge

Usai kehilangan Frank Lampard 2 musim lalu, pendukung The Blues Chelsea harus bersiap kembali kehilangan ikon klub setelah kapten tim, John Terry akan hengkang dari Chelsea di akhir musim nanti. Keputusan itu diambil karena Terry merasa tidak ada kejelasan dari manajemen Chelsea. Kontrak John Terry di Chelsea sendiri memang cuma sampai bulan Juni tahun 2016. Ada sebuah kebijakan manajemen Chelsea mengenai pemain yang berusia 30 tahun ke atas.

Pemain yang usianya sudah memasuki kepala tiga hanya akan diberi kontrak 1 tahun per musimnya.  Kebijakan ini juga berlaku untuk John Terry yang menjabat sebagai kapten tim. Kebijakan kontrak semusim dan ketidakjelasan pelatih Chelsea membuat John Terry mengambil keputusan bulat untuk meninggalkan The Blues di akhir musim 2015/2016.

Dengan begitu, sudah bisa dipastikan jika John Terry tidak akan pensiun atau mengakhiri karirnya di Stamford Bridge. Keputusan itu sendiri disampaikan Terry usai laga FA Cup melawan MK Dons. Usai pertandingan yang dimenangi Chelsea dengan skor 4-1 tersebut, John Terry mengeluarkan pernyataan jika dirinya akan hengkang dari Chelsea di akhir musim.

Pernyataan Terry tersebut sontak menjadi berita panas di kalangan pecinta Chelsea. Hingga saat ini belum bisa dipastikan kemana John Terry akan berlabuh usai kontraknya habis bersama Chelsea di bulan Juni nanti. Banyak yang menyebut bahwa Terry akan menyusul dua rekannya, Steven Gerrard dan Frank Lampard ke Major League Soccer atau MLS di Amerika Serikat.

John Terry merupakan pemain penting bagi Chelsea. Pemain kelahiran tahun 1980 ini sejak usia muda sudah bergabung bersama Chelsea.  Terry merupakan lulusan akademi Chelsea yang kemudian dipromosikan ke tim utama Chelsea di tahun 2001 lalu. Sejak musim 2003/2004, satu tempat di lini belakang Chelsea menjadi milik pemain yang mempunyai tinggi 187 cm ini.

Selama hampir 16 tahun bersama tim utama Chelsea, John Terry turut mempersembahkan berbagai gelar bergengsi kepada The Blues, antara lain; 4 gelar Premier League di tahun 2005, 2006, 2010 dan 2015. Lalu 1 trofi Liga Champions Eropa di tahun 2012 dan 1 Europa League di tahun 2013. Serta gelar Piala domestik seperti 5 kali FA Cup dan 3 kali League Cup.

Gilas Cheivo, Juventus Terus Menggila

Gilas Cheivo, Juventus Terus Menggila

Gilas Cheivo, Juventus Terus Menggila

Gilas Cheivo, Juventus Terus Menggila

Juventus semakin perkasa di ajang Serie A Italia setelah berhasil menjungkalkan tuan rumah Chievo Verona dengan skor telak 4-0. Kemenangan atas Cheivo tersebut membawa Juventus memperpanjang rekor kemenangan beruntun di Serie A Italia. Hingga pekan terakhir bulan Januari ini, Juventus telah mengkoleksi 12 kemenangan beruntun di Serie A. Hasil ini sendiri membuat Juventus masih menempel ketat SSC Napoli yang berada di puncak klasemen sementara Serie A Italia.

Penyerang asal Spanyol, Alvaro Morata menjadi bintang di pertandingan tersebut. Mantan pemain Real Madrid tersebut mencetak 2 gol pada laga yang dihelat di stadion Marc Antonio Bentegodi. Pelatih Juventus, Maximiliano Allegri menurunkan formasi andalan 3-5-2 di pertandingan tersebut. Alvaro Morata dan Paolo Dybala dipercaya sebagai duet di lini depan. Sementara Paul Pogba, Claudio Marchisio dan Sami Khedira menjadi trio di lini tengah.

Juventus langsung membuka keunggulan saat laga baru berjalan Sembilan menit. Berawal dari umpan silang Stephen Lichsteiner, Alvaro Morata yang lepas dari pengawalan sukses membelokan bola untuk mencetak skor. Lima menit jelang babak pertama usai, Si Nyonya Tua sukses menggandakan keunggulan. Gol kedua Juventus lagi-lagi dicetak oleh Alvaro Morata meneruskan umpan Sami Khedira. Skor 2-0 untuk keunggulan Juventus menutup babak pertama.

Di babak kedua, Bianconerri masih menguasai pertandingan. Duet Paolo Dybala dan Alvaro Morata begitu menyulitkan lini pertahanan Cheivo. Juventus akhirnya bisa kembali mencetak gol ketika pertandingan memasuki menit ke-61. Kali ini giliran bek sayap kiri, Alex Sandro yang mencetak gol. Bekerja sama dengan Paul Pogba, Alex Sandro melepaskan tendangan spektakuler yang tak bisa dihalau oleh penjaga gawang Cheivo, Albano Bizzari. Skor berubah menjadi 3-0 untuk keunggulan tim tamu

Enam menit kemudian, Juventus semakin memperbesar keunggulan ketika Paul Pogba sukses menggetarkan jala gawang Cheivo untuk kali keempat. Menerima umpan dari Paolo Dybala, gelandang muda asal Perancis ini sempat mengecoh beberapa pemain belakang Cheivo sebelum mencetak gol. Gol dari Paul Pogba di menit ke-67 tersebut menjadi gol terakhir yang tercipta di pertandingan tersebut. Skor akhir Juventus unggul telak 4-0 atas tuan rumah Cheivo Verona.

Arsenal Susah Payah Kalahkan Burnley

Arsenal Susah Payah Kalahkan Burnley

Arsenal Susah Payah Kalahkan Burnley

Arsenal Susah Payah Kalahkan Burnley

Arsenal harus berjuang keras untuk mengalahkan Burnley di babak 32 besar atau babak keempat FA Cup. Anak asuhan Arsene Wenger tersebut menang tipis 2-1 atas Burnley. Alexis Shancez menjadi penentu kemenangan The Gunners di pertandingan yang digelar di Emirates Stadium tersebut. Bermain melawan sesama tim dari Premier League, Arsene Wenger tak mau ambil resiko.

Pelatih asal Perancis tersebut menurunkan skuad utamanya dipertandingan tersebut. Wenger hanya menyelipkan satu pemain muda di laga tersebut, yaitu Alex Iwobi. Laga tersebut juga menjadi debut dari pemain yang baru dibeli dari Shaktar Donestk, Mohammed Elneny. Elneny merupakan pemain asal Mesir yang didatangkan Arsenal pada bursa transfer Januari ini. Pemain ini sendiri berposisi sebagai gelandang tengah.

Sejak pertandingan dimulai, The Gunners langsung menguasai permainan. Memanfaatkan kecepatan kedua sisi sayap, beberapa kali Arsenal membuat lini belakang Burnley kelabakan. Gol yang ditunggu-tunggu publik London akhirnya tercipta di menit ke-19. Menerima umpan dari Alexis Shancez, Calum Chambers sukses mengoyak gawang Burnley yang dijaga Tom Heaton.

Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan tuan rumah. Keunggulan 1-0 tersebut membuat Arsenal sedikit mengendurkan serangan. Hal itu membuat Burnley mampu memanfaatkan keadaan untuk mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-30. Umpan silang Tendaki Darikwa dari sisi sayap sukses disundul oleh Sam Vokes. Skor imbang 1-1 ini pun menutup babak pertama. Di babak kedua, Arsenal yang tak mau pertandingan berakhir seri mencoba untuk lebih aktif menyerang.

Arsenal akhirnya sukses mencetak gol di menit ke-53. Lewat serangan yang rapi dan cepat, Alexis Shancez berhasil mencetak gol untuk membawa Arsenal kembali unggul. Di sisa waktu yang ada pertandingan berjalan cukup menarik, kedua tim saling jual beli serangan. Namun hingga akhir pertandingan, skor 2-1 untuk kemenangan The Gunners Arsenal tetap bertahan.

Kemenangan yang didapatkan Arsenal dengan susah payah ini patut disyukuri. Kemenangan atas Burnley membuat Arsenal berhak melaju ke babak 16 besar FA Cup. Dalam dua musim terakhir ajang FA Cup, Arsenal selalu sukses melaju hingga babak final. Bagaimana dengan musim ini? kita lihat saja seberapa jauh Arsenal akan melaju.

Adebayor Kembali ke Premier League

Adebayor Resmi Kembali ke Premier League

Adebayor Kembali ke Premier League

Adebayor Kembali ke Premier League

Emanuel Adebayor akhirnya resmi kembali ke Premier League setelah menandatangani kontrak bersama dengan Crystal Palace. Adebayor didatangkan dari dengan status free transfer. Penyerang asal Togo tersebut diharapkan mampu mendongkrak performa Crystal Palace di ajang Premier League. Premier League bukanlah liga yang asing bagi pemain berusia 31 tahun ini. Sebelum bergabung dengan Crystal Palace, Adebayor pernah memperkuat beberapa klub besar Premier League seperti Arsenal, Manchester City dan Tottenham Hotspurs.

Sejak dilepas oleh Spurs di bulan September tahun lalu, Adebayor tak memiliki klub dan berstatus sebagai free agent. Crystal Palace sendiri mengontrak Adebayor secara jangka pendek. Pemain yang sudah mencetak 96 gol dari 230 pertandingan di Premier League tersebut akan berada di Crystal Palace hingga akhir musim ini. Di Palace, Adebayor akan menerima gaji 35 ribu Pounds per pekan.

Sebelum memastikan diri bergabung dengan Crystal Palace, Adebayor sempat dilirik oleh beberapa klub dari China dan Turki. Namun ketika Crystal Palace mengajukan penawaran, Adebayor langsung setuju untuk bergabung ke klub Premier League tersebut. Banyak yang mengkritik bahwa transfer Adebayor tersebut merupakan perjudian pelatih Crystal Palace, Alan Pardew.

Beberapa kalangan menganggap bahwa Adebayor sudah habis apalagi dirinya sudah lima bulan lebih tak merumput. Kebugaran dari mantan pemain Real Madrid ini menjadi pertanyaan besar. Namun pelatih Palace, Alan Pardew mengatakan bahwa transfer Adebayor bukanlah perjudian. Mantan pelatih Newcastle United tersebut yakin jika Adebayor masih bisa memberikan sesuatu kepada Palace.

“Saya melihat keinginan yang sangat kuat dari Adebayor untuk bisa mengembalikan karirnya, Anda tidak bisa meremehkan kualitas yang dimilikinya,” ujar Pardew.

Sejak musim 2012/2013 perbendaharaan gol dari Adebayor memang menurun. Jika di musim 2011/2012 Adebayor bisa mencetak 17 gol, semusim berikutnya pemain kontroversial ini hanya bisa mencetak 5 gol. Musim terbaik Adebayor di Premier League sendiri terjadi di musim 2007/2008 saat masih berseragam Arsenal. Adebayor punya tugas berat di sisa musim 2015/2016 ini. Selain mengembalikan karirnya yang menurun selama beberapa musim, dia juga harus bisa membawa Crystal Palace bertahan di 10 besar klasemen Premier League musim ini.

Atletico Madrid Siap Hadapi Gempuran Trio MSN Barcelona

Atletico Madrid Siap Hadapi Gempuran Trio MSN Barcelona

Atletico Madrid Siap Hadapi Gempuran Trio MSN Barcelona

Atletico Madrid Siap Hadapi Gempuran Trio MSN Barcelona

Laga panas akan tersaji di stadion Camp Nou saat pimpinan klasemen sementara La Liga, Barcelona akan menjamu peringkat kedua klasemen La Liga, Atletico Madrid. Laga ini bisa saja menjadi penentu siapa yang akan melaju mulus dalam perebutan gelar juara La Liga Spanyol musim 2015/2016 ini. Kedua tim memiliki poin yang sama namun Barca memiliki surplus gol yang lebih baik dibandingkan anak asuhan Diego Simeone.

Barcelona sendiri masih menyimpan satu pertandingan yang belum dimainkan dan menjadi sebuah keuntungan tersendiri dalam perebutan gelar juara. Jika nanti malam bisa mengalahkan Atletico Madrid, Barcelona akan semakin kokoh di puncak klasemen. Atletico Madrid sendiri sedang mengalami penurunan peforma. Dalam tiga pertandingan terakhir, Atleti tak bisa meraih kemenangan. Yang terbaru, anak asuhan Diego Simeone ini baru saja dikalahkan oleh Celta Vigo di babak perempatfinal Copa del Rey dengan skor 3-2. Hasil itu bisa saja membuat kepercayaan diri tim tamu menjadi turun.

Diego Simeone masih akan mengandalkan penyerang timnas Perancis, Antoine Griezmann di lini depan. Simeone akan mencari pendamping paling pas untuk Griezmann, antara Fernando Torres, Jackson Martinez dan Lucas Vietto.Di lini tengah Atletico akan tetap mengandalkan Koke dan Raul Garcia. Sedangkan lini belakang akan dipimpin oleh pemain asal Uruguay, Diego Godin. Ateltico akan berusaha sekuat tenaga untuk meredam lini depan Barcelona yang sedang bagis-bagusnya, terutama trio MSN.

Barcelona sendiri dipastikan akan bermain dengan kekuatan penuh. Neymar yang pekan lalu mengalami cedera dan harus diistirahatkan kini bisa kembali merumput lagi. Neymar akan kembali menemani Lionel Messi dan Luis Suarez untuk melengkapi trio MSN. Lini tengah dan lini belakang Barca juga tak bermasalah, semua pemain siap diturunkan mulai dari Andres Iniesta, Sergio Busquets, Ivan Rakitic, Arda Turan, Jordi Alba, Mascherano, Dani Alves, Pique dan juga Claudio Bravo.

Anak asuhan Luis Enrique sangat difavoritkan untuk keluar sebagai pemenang di pertandingan  bigmatch liga Spanyol kali ini. Dengan skuad utamanya, khususnya trio Messi, Suarez dan Neymar, Barcelona akan sangat sulit untuk dikalahkan. Apalagi pertandingan akan digelar di kandang Barcelona, Camp Nou. Musim ini, Barcelona belum sekalipun mengalami kekalahan di kandang sendiri.

Pecundangi Atletico, velta Vigo melaju

Pecundangi Atletico Madrid, Celta Vigo ke Semifinal

Pecundangi Atletico, velta Vigo melaju

Pecundangi Atletico, velta Vigo melaju

Atletico Madrid secara mengejutkan harus tersingkir dari ajang Copa Del Rey setelah mengalami kekalahan di kandang sendiri melawan Celta Vigo. Dalam laga leg kedua perempat final Copa Del Rey yang dihelat di Veicente Calderon tersebut, anak asuhan Diego Simeone tersebut harus mengakui keunggulan Atletico dengan skor 2-3. Kekalahan ini membuat Antoine Griezmann cs. harus mengucapkan selamat tinggal kepada trofi Copa Del Rey Spanyol.

Atletico sendiri sebenarnya sangat diunggulkan untuk meraih kemenangan di leg kedua ini. Namun sayang, Atleti gagal memanfaatkan keuntungan sebagai tuan rumah. Kedua tim memang sangat berpeluang untuk lolos ke semifinal, mengingat di leg pertama di kandang Celta Vigo laga berakhir imbang tanpa gol. Kemenangan dengan skor berapapun akan mengantar salah satu tim ke babak semifinal.

Pertandingan sendiri berjalan dengan sangat seru, kedua tim saling berbalas gol. Tim tamu berhasil mencuri gol terlebih dahulu di menit ke-22 lewat gol dari Pablo Hernandez yang memanfaatkan umpan matang Fabian Oreallana. Keunggulan Celta Vigo tak bertahan lama, karena di menit ke-29 tuan rumah berhasil menyamakan skor lewat gol yang dicetak oleh Antoine Griezmann.

Skor imbang 1-1 tersebut menutup babak pertama. Di babak kedua Atletico yang tak punya pilihan lain selain menyerang terus menggempur pertahanan Celta Vigo. Namun, justru Atletico Madrid harus kecolongan di menit ke-56 saat pemain Swedia, John Guidetti mencetak gol untuk membawa Celta Vigo kembali unggul dengan skor 1-2.

Diego Simeone semakin dibuat pusing usai Celta Vigo mampu memperbesar keunggulan menjadi 1-3 di menit ke-64. Gol ketiga Celta Vigo kembali dicetak oleh Pablo Hernandez yang memanfaatkan umpan Hugo Mallo. Ketinggalan 1-3 membuat Atletico wajib menambah 3 gol untuk bisa keluar sebagai pemenang.

Asa tuan rumah melambung saat Angel Correa sukses memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3 di menit ke-81. Namun di sisa waktu yang ada, tuan rumah tak bisa lagi mencetak gol. Pertandingan malam itu pun ditutup dengan skor 2-3 untuk kemenangan Celta Vigo.

Kemenangan ini membuat Celta Vigo memastikan satu tiket ke babak semifinal Copa Del Rey Spanyol. Sementara Atletico Madrid harus tertunduk malu meratapi kekalahan memalukan di kandang sendiri.

El Shaarawy Resmi Gabung Serigala Ibukota

El Shaarawy Resmi Gabung Serigala Ibukota

El Shaarawy Resmi Gabung Serigala Ibukota

El Shaarawy Resmi Gabung Serigala Ibukota

AS Roma mendapatkan suntikan tenaga baru dalam bursa transfer bulan Januari ini. Il Giallorossi sukses mendaratkan penyerang AC Milan yang dipinjamkan ke AS Monaco, Stephen El Shaarawy. El Shaarawy akan bergabung dengan Serigala Ibukota dengan status sebagai pemain pinjaman hingga akhir musim. Sebenarnya El Shaarawy dipinjamkan ke AS Monaco selama satu musim penuh.

Namun, karena penampilan El Sha bersama Monaco di Ligue 1 kurang memuaskan, pemain berusia 24 tahun tersebut lalu dikembalikan ke klub induknya, AC Milan. Milan sendiri yang sudah kelebihan stok penyerang menawarkan EL Shaarawy ke AS Roma. Gayung bersambut, dan secara resmi pemain keturunan Aljazair tersebut telah berseragam Roma. El Shaarawy bisa menjalani laga debutnya bersama AS Roma di ajang Serie A akhir pekan nanti.

Diterimanya El Shaarawy di AS Roma juga tak terlepas dari kepindahan salah satu winger mereka, Gervinho. Pemain asal Pantai Gading tersebut dijual AS Roma ke klub liga China, Hebei China Fortune. Kekosongan yang ditinggalkan Gervinho bisa langsung diisi oleh El Shaarawy. El Shaarawy sendiri harus berjuang untuk bisa mendapatkan tempat di tim utama AS Roma.

Di posisi winger yang biasa ditempati El Sha, Roma memiliki beberapa pemain berkelas seperti Allesandro FLorenzi, Iago Falque, dan Mohammed Salah. Bukan perkara mudah untuk bisa menembus skuad inti AS Roma. Hadirnya El Shaarawy paling tidak membuat pilihan pemain depan AS Roma menjadi lebih beragam. Selain bisa mengisi pos di sisi sayap, El Shaarawy juga piawai bermain di posisi penyerang depan atau di belakang penyerang depan.

Hal ini tentu menjadi sebuah keuntungan tersendiri bagi Roma yang masih tercecer di peringkat kelima klasemen sementara Serie A Italia. Stephan El Shaarawy mencuri perhatian publik sepakbola Italia saat bermain untuk klub Genoa. Penampilan impresifnya tersebut membuat raksasa Italia, AC Milan tertarik untuk memboyongnya. EL Shaarawy kemudian menjadi bagian Il Rossonerri sejak musim 2011/2012.

Penampilan terbaik El Shaarawy terjadi di musim 2012/2013. Saat itu, El Sha sukses menggelontorkan 16 gol dari 37 penampilan. Cedera membuat penampilan winger muda berbakat ini menurun dari tahun ke tahun. Kita tunggu saja bagaimana kiprah Stephen El Shaarawy bersama AS Roma di sisa musim ini.